Krisis Energi, Jerman Setop Pakai Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina.
Sumber :
  • Russian Defense Ministry Press Service via AP.

VIVA Tekno – Jerman nampaknya tidak akan lagi menjalankan pembangkit listrik tenaga nuklir untuk memastikan pasokan listrik mereka, hal ini berkenaan dengan kapasitas mereka yang sudah tidak mencukupi lagi untuk menutupi kekurangan gas alam, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan pada Minggu, 21 Agustus 2022.

Tentu saja, permasalahan ini tidaklah dapat dilepaskan dengan ancaman pemotongan suplai gas dalam jangka panjang dari Rusia ke Uni Eropa yang membuat Jerman harus memutar otaknya guna mengatasi ancaman krisis energi yang tengah menerpa.

"Ini adalah keputusan yang salah mengingat sedikit yang akan kami selamatkan," kata Habeck pada pertemuan dengan warga di hari terbuka pemerintah, seperti dikutip dari situs RT, Rabu, 24 Agustus 2022.

Saat ini, Berlin tengah dalam dilema untuk memutuskan apakah pihaknya akan memperpanjang umur tiga pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di negara itu untuk menebus pasokan gas alam yang berkurang dengan cepat dari Rusia yang saat ini tengah berkonflik dengan Ukraina.

Namun, menurut Habeck, menjaga pembangkit tetap berjalan hanya akan menghemat 2 persen dari total gas, yang tidak cukup dan tidak mungkin dapat membantu situasi, terutama karena akan memerlukan peninjauan kembali perdebatan tentang undang-undang mantan Kanselir Angela Merkel untuk menghentikan penggunaan tenaga nuklir oleh akhir tahun ini.

Habeck mengatakan, satu pembangkit listrik tenaga nuklir di Bavaria dapat diizinkan untuk terus beroperasi, tetapi hanya jika stress test dapat menunjukkan bahwa pembangkit listrik tersebut dapat cukup membantu pasokan listrik pada musim dingin.

Lebih dalam, Habeck menuduhkan negara bagian selatan dan pusat manufaktur, yang bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar gas dan memiliki sedikit pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, mungkin telah berkontribusi terhadap masalah ini karena telah gagal dalam membangun produksi tenaga angin dan memperbaiki jaringan. Selain itu, faktanya di lapangan, selain hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, Jerman juga harus memasok listrik ke Prancis karena penurunan produksi nuklir.