Manfaat Big Data untuk Petani

Big Data Week
Sumber :

VIVA.co.id – Meledaknya tren data di era digital ini, sudah menjadi kebutuhan lintas bidang. Pengelolaan data yang baik, dipandang akan membuat pemerintah, bisnis dan masyarakat makin merasakan manfaat data.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pengelolaan data akan mentransformasi bidang.

"Transformasinya itu, penduduk, atau warga negara menjadi berbasis pengetahuan, pemerintahan yang analog, menjadi berbasis elektronik. Semua bisa diurus secara online. Bisnis bertransformasi menuju ekonomi digital," kata Semuel, usai membuka Big Data Week di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis 23 Maret 2017.

Dia mengatakan, pengelolaan data yang terstruktur akan bermanfaat juga bagi masyarakat kalangan pedesaan. Semuel menuturkan, dengan pengelolaan data cuaca yang bagus maka sangat berguna bagi petani.

Bicara soal data, kata dia, berarti juga membahas soal riwayat data. Dengan mengelola riwayat data cuaca 10 tahun ke belakang dan ke depan, maka bisa dipakai untuk memberikan solusi bagi petani dalam bercocok tanam.

"Untuk petani, dengan data curah hujan ke depan bisa ditentukan bagaimana petani seharusnya menanam tanaman yang tahan hujan. Ini juga bisa untuk menganalisis harga (komoditas). Misalnya petani tanam sekarang, nanti saat panen harganya berapa," ujar mantan Ketua Mastel itu.

Bagi pemerintahan, pengelolaan data juga membuat eksekutif bisa menghasilkan langkah dan keputusan yang kuat, tak sebatas perkiraan saja. Dengan berbekal pengolahan data, menurut dia, pemerintah bakal lebih cepat mengambil kebijakan berbasis data bukan berbasis asumsi.

"Ke depan, masuk ke dunia digital. Data terkumpulkan, atau kita diberikan secara sadar dan tidak sadar. Terus, itu nanti dianalitik," ujarnya.

Kylo, Solusi Baru Bantu Perusahaan Kelola Lautan Data

Dia mengatakan, Kominfo saat ini akan membangun big data khusus untuk sektor pemerintahan, dengan harapan nantinya layanan bisnis dan konsumen menjadi mudah analisis.

Guna mewujudkan itu, memang salah satu kuncinya adalah terpenuhinya infrastruktur pendukung yang membuat internet makin terjangkau dan big data bermanfaat bagi pelanggan korporat

Operator Telekomunikasi Penghasil Data 'Sampah' Terbanyak 

Semuel memastikan, pengolahan data hanya sebatas untuk kepentingan institusi atau level untuk bisnis. Data privasi pengguna di Indonesia dijamin dilindungi pemerintah. Dari sisi regulasi, pemerintah sudah punya instrumen untuk melindungi data pribadi pengguna.

Perlindungan data pribadi  di Indonesia saat ini sudah dalam bentuk peraturan menteri. Ke depan, kata Semuel, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan aturan perlindungan data pribadi ke level undang-undang dalam beberapa tahun lagi.

Kominfo Akan Bangun Big Data Khusus Pemerintahan

"Jadi, yang kita analisis secara industri, perilaku industri bagaimana. Bukana analitik orang per orang, bukan profiling individual. Jangan sampai kita tak punya privasi, ini sudah intrusif namanya kalau begitu," tuturnya. (asp)

Ilustrasi Big Data.

Memburu Teroris dengan Kecerdasan Buatan

Bisa mengidentifikasi, melacak sampai menghindari ancaman terorisme.

img_title
VIVA.co.id
23 Mei 2018