Huawei Agresi Pasar RI dengan Peningkatan Litbang

Huawei
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto
VIVA.co.id
- Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei, menyatakan komitmennya dalam meningkatkan inovasi melalui investasi jangka panjang dalam program penelitian dan pengembangan.


Huawei meyakini peningkatan litbang menjadi kunci sukses Huawei dalam merebut pasar Indonesia. Saat ini, Huawei baru mengoperasikan 16 lembaga penelitian dan telah mendirikan 31 pusat inovasi bersama.


Tak hanya itu, penyedia solusi informasi dan komunikasi teknologi ini juga mengarahkan karyawannya yang berjumlah 170 ribu pegawai untuk fokus terhadap litbang.

Jadi Pemimpin Pasar, Huawei Diminta Bangun Innovation Center

"Inovasi merupakan bagian dari DNA kami, fondasi utama kami untuk berkompetisi. Kebutuhan konsumen harus menjadi pendorong dan tujuan utama dari inovasi. Ini juga merupakan alasan utama Huawei dalam berinovasi, agar selalu fokus pada kebutuhan konsumen," ujar
Huawei P8, Smartphone 4G Tipis Berbodi Metal
Chief Executive Officer
(CEO) PT Huawei Tech Investment, Sheng Kai, dalam keterangannya, Minggu 5 Juli 2015.
Huawei Rilis 'Smartphone' Pertama dengan Sensor Buku Jari


Untuk menyukseskan inovasi TIK di Indonesia, Huawei menggandeng beberapa mitra lokal, termasuk pemerintah.


Seperti pada bulan lalu, Huawei menandatangani nota kesepakatan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk pengembangan pusat inovasi di Indonesia.


Dalam perjanjian itu juga disebutkan Huawei akan bekerja sama untuk penelitian bersama, pengembangan, pelatihan, dan konsultasi.


"Sejak 2013, kami telah bekerja sama dengan Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang berada di bawah Kementerian Kominfo untuk pelatihan mahasiswa dan pengembangan inovasi. Kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi terbaik dalam sektor TIK, terutama di bidang inovasi untuk Indonesia," ujar
General Manager Solution Consulting
Huawei, Mohamad Rosidi.


Sebagai penyedia solusi TIK, Huawei terus memajukan data arsitektur
center-oriented
dengan memanfaatkan jaringan lunak dan jaringan berbasis
cloud
untuk meningkatkan pertumbuhan infrastruktur.


Berdasarkan IDC Worldwide Quarterly Datacenter Networks Qview (2014 Q4), Huawei terdaftar sebagai perusahaan yang cepat berkembang pada pasar peralihan pusat data global pada 2014, dengan pertumbuhan 137 persen.


Laporan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan penjualan pertukaran pusat data global mencapai 10 persen dari tahun ke tahun.


"Dengan dedikasi yang terus menerus terhadap investasi litbang untuk jaringan pusat data, kami sangat percaya bahwa produk dan solusi jaringan data milik Huawei akan menjadi pilihan utama bagi konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia," tutur Rosidi. (art)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya