Akuisisi Uber oleh Grab, Antara Monopoli dan Strategi Bisnis

Kantor Uber dan Grab.
Sumber :
  • REUTERS/Edgar Su

VIVA – Grab menegaskan bahwa akuisisi layanan operasional Uber di Asia Tenggara tidak menciptakan monopoli bisnis transportasi, namun akan menghasilkan banyak hal.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Menurut Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, aksi korporasi ini akan menciptakan platform teknologi terbaik yang bisa dijangkau masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Logo Grab Indonesia.

img_title Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

Selain itu, penggabungan ini akan terjadi efisiensi dari sisi operasional. "Menghasilkan teknologi yang mumpuni dan kualitas yang terjangkau oleh masyarakat," kata Ridzki di Jakarta, Jumat, 6 April 2018.

Ia menambahkan akuisisi terhadap Uber ini menjadi salah satu strategi mereka tahun ini untuk mengepakkan sayap perusahaan supaya berjalan dengan lancar.

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Akan tetapi, akuisisi ini ditanggapi berbeda oleh pihak organisasi persaingan pengusaha di Singapura, Malaysia dan Filipina.

Ketiga negara ini khawatir jika merger Uber dan Grab berpotensi memonopoli bisnis transportasi dan melanggar peraturan.

Ilustrasi Layanan taksi berbasis aplikasi online, Uber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjawab kekhawatiran tersebut, Ridzki menegaskan bahwa Grab tidak melanggar peraturan di sebuah negara. Ia mengaku selalu siap berkomunikasi dengan pemerintah di tempat mereka membuka cabang.

"Kami berkomunikasi aktif dan terbuka dengan pemerintah yang berkaitan dengan hal ini. Kami percaya tidak melanggar apa pun. Kami juga bersedia untuk memberikan informasi yang dibutuhkan atas permintaan pemerintah," jelasnya. (ase)

Detik-detik sebelum mobil listrik hantam pengemudi ojek online

Ojol Korban Tabrakan Mobil Listrik di Kawasan Blok M Alami Patah Tulang, Grab Beri Pendampingan

Pengemudi ojol berinsial HS harus dilarikan ke RSUP Fatmawati akibat patah tulang usai 'dihantam' oleh mobil listrik di Jalan Panglima Polim Jakarta Selatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut