Memilih Fintech yang Terpercaya, Perhatikan 5 Hal ini

Penyedia jasa tukar uang menata lembaran mata uang dolar AS di Taman Topi, Bogor, Jawa Barat
Penyedia jasa tukar uang menata lembaran mata uang dolar AS di Taman Topi, Bogor, Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA – Jika berbicara mengenai fintech, yang terbersit pasti adalah layanan pinjaman online. Platform tersebut memang sedikit banyak membantu kita saat sedang kesulitan keuangan, namun ada juga beberapa yang malah menyalahgunakan platform itu untuk menipu, sampai melakukan teror.

Yang harus diperhatikan betul saat memutuskan untuk menggandeng jasa pinjaman online, anda harus benar-benar yakin mampu melakukan pembayaran cicilan setiap bulannya. Dan anda harus benar-benar berada di posisi sangat membutuhkan dana pinjaman tersebut untuk keperluan penting, bukan untuk berfoya-foya atau membeli barang mewah.

Jika anda terlalu gegabah meminjam dana dari fintech yang tidak jelas tingkat keamanan dan kepercayaannya, maka data anda rentan disalahgunakan dan berujung pada jeratan utang yang tak kunjung lunas, sampai penipuan. Sangat penting untuk memilih aplikasi pinjaman online yang resmi dari pemerintah.

Oleh karena itu, untuk memilih fintech yang terpercaya, sebelum meminjam uang secara online, ada baiknya diperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

Terdaftar di OJK
Tahukah kamu dari ratusan lembaga fintech yang ada di Indonesia, tidak sampai setengahnya yang terdaftar di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, sebelum melakukan pinjaman online, cek dulu di website OJK apakah fintech yang anda gunakan itu telah terdaftar atau belum.

OJK sendiri merupakan otoritas resmi milik pemerintah yang bertugas mengawasi setiap aktivitas lembaga keuangan yang ada di tanah air. Ini artinya, fintech yang terdaftar di OJK akan tunduk pada aturan yang berlaku.  

Memiliki Investor
Fintech pinjaman online memang bertugas untuk memberikan bantuan dana tunai bagi yang membutuhkan. Oleh karena itu, mereka harus memiliki dana talangan yang lebih dari cukup untuk bisa beroperasi dan memberikan pinjaman ke setiap penggunanya. Dana tersebut didapat dari investor. Semakin besar dana yang diberikan investor maka semakin kuat pula kemampuan fintech tersebut untuk beroperasi.