Startup Logan Ingin Menyatukan Logistik dan Pergudangan Lewat Digital

Pendiri dan Kepala Eksekutif PT Logan Ahwaya Nusantara, Boedi Utomo (kanan).
Sumber :
  • Dok. Logan

VIVA – Pemerintah sedang giat membangun infrastruktur untuk menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan baru, yakni revolusi industri 4.0. Berbagai upaya dilakukan agar Indonesia tidak tergilas arus industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber ini.

img_title Jadwal Game Baru November 2026: Dreadmoor, World of Warcraft: Forever, hingga Warhammer Survivors Siap Meramaikan PC

Sebuah tantangan yang tidak kecil karena industri baru ini mencakup elemen-elemen penting dalam sebuah gerak pembangunan yang cepat, seperti sistem siber fisik, internet of things (IoT), komputasi awan (cloud computing), dan komputasi kognitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut indikator LPI (Logistics Performance Index) 2018 menyebutkan bahwa produk-produk Indonesia masih kalah saing dengan produk-produk dari negara lain.

img_title 10 Laptop Rp3 Jutaan untuk Admin, Sekretaris, dan Staf Keuangan: Fitur Ini Jangan Sampai Terlewat

Di Asia Tenggara, Indonesia berada pada urutan ke-5. Masih kalah dari Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Di dunia, Indonesia berada pada urutan ke-46.

Sebagai bagian dari upaya untuk menjawab tantangan industri 4.0, PT Logan Ahwaya Nusantara menghadirkan Logan, sebuah aplikasi berbasis Android dan iOS.

img_title NTB Dinilai Punya Potensi Besar Industri Kelapa

Menurut Pendiri dan Kepala Eksekutif PT Logan Ahwaya Nusantara, Boedi Utomo, Logan menghadirkan solusi yang tepat atas masalah peredaran logistik dan pergudangan di Tanah Air.

“Nama Logan berasal dari kata ‘logistik dan pergudangan’. Sedangkan ‘Ahwaya’ bermakna hubungan. Jadi, perusahaan kami sebagai perusahaan logistik dan pergudangan yang menghubungkan Nusantara,” kata Boedi kepada VIVA dan sejumlah media di Jakarta, Minggu, 28 Juli 2019.

Sebagai aplikasi digital logistik, Logan membidik pasar B2B (business-to-business). Aplikasi ini menjadi platform yang menghubungkan cargo owner (pengirim barang) dengan transportir (pemilik armada pengangkutan barang) secara online dan real-time.

Dalam hal ini, Logan menghadirkan teknologi otomatisasi mulai dari order planning hingga pengelolaan transportir secara efisien. “Logan menjadi meet-up point antara pemilik kargo dan transportir, khususnya untuk fluktuasi kebutuhan pengiriman barang dan ketersediaan transportir,” jelas Boedi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan Logan, proses pengiriman barang menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. GPS tracking system yang terhubung dengan GPS equipment di setiap truk dan ponsel pengemudi mempermudah pengirim barang untuk melacak proses pengiriman.

"Jadi pengirim barang bisa tahu kapan proses loading, kapan proses pengiriman, dan kapan proses unloading," ungkap dia. Selain GPS tracking system, Logan masih punya banyak keunggulan. Salah satunya adalah Emergency Button.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut