Prospek Cerah, Dompet Digital Terus Berbenah
- Finance Colombia
VIVA – Transaksi uang elektronik menggunakan aplikasi dompet digital atau e-wallet terus meningkat. Bahkan, penggunaannya kini semakin populer dalam berbagai bentuk transaksi sehari-hari.
Selain menawarkan aspek lebih praktis, aman, cepat, dan menguntungkan, penggunaan e-wallet dianggap lebih aman dan sesuai dengan protokol kesehatan di kala pandemi COVID-19 belum usai.
Baca: ShopeePay Menjauh, Gopay dan Ovo Tertatih-tatih
Dalam perkembangan bisnis dompet digital di Tanah Air, saat ini tidak hanya ada GoPay, ShopeePay, Ovo, Dana, dan LinkAja. Tapi, ada juga dompet digital lain seperti Sakuku, Paytren dan Spin Pay, yang juga memiliki pangsa pasarnya sendiri.
Studi riset digital dari Neurosensum mengungkapkan pengguna dompet digital atau e-wallet mengalami lonjakan drastis dalam satu tahun terakhir. Kenaikannya sekitar 44 persen seiring meningkatnya kecenderungan belanja daring (online) di e-commerce.
Neurosensum juga menyebut setiap tahunnya ada dompet digital baru yang diluncurkan sehingga membuat pangsa pasar bisnis ini sangat kompetitif di Indonesia. Dalam kurun waktu sebelum terjadinya pandemi COVID-19, penggunaan dompet digital selama 3 sampai 5 tahun hanya berkisar 10 persen.
Kemudian, dalam kurun waktu 1 sampai 3 tahun terakhir pengguna dompet digital hanya mencapai 45 persen. Namun, pada 2020, hanya kurang dari satu tahun saja terjadi lonjakan drastis dalam persentase pengguna dompet digital di Tanah Air, yakni 44 persen.
Sebagai rival dari GoPay, Ovo dan LinkAja, membuat Smart Payment Indonesia atau Spin Pay harus terus melakukan inovasi untuk memudahkan penggunanya. Managing Director Spin, Jessica Tanoesoedibjo, mengaku menargetkan jumlah pengguna aktif 2 juta orang hingga akhir 2021.
Spin Pay telah memiliki tiga izin usaha dari Bank Indonesia (BI), yaitu e-money, e-wallet, dan digital remittance. Dengan adanya QR Code Indonesian Standard atau QRIS, yang merupakan standard QR Code nasional untuk pembayaran digital di seluruh Indonesia, konsumen bisa menggunakannya di mana pun untuk berbagai transaksi.
"Saat ini platform dompet digital kami sudah memiliki 300 ribu pengguna aktif. Sampai akhir tahun, kami menargetkan bisa bertambah 2 juta orang. Kami optimis target tersebut dapat tercapai karena dukungan ekosistem grup yang lengkap membuat Spin Pay dapat berkembang lebih cepat dibandingkan kompetitor," ungkapnya, Sabtu, 17 April 2021.