Teknologi Ini Sukses Ubah Citra Buruk Dagang Valas

Ilustrasi trading forex.
Sumber :
  • The Balance

VIVA – Sebelum kehadiran mata uang kripto seperti Bitcoin, banyak orang menjalankan usaha perdagangan valuta asing atau valas. Ini adalah cara lama yang dilakukan, demi mendapatkan keuntungan.

img_title Pesatnya Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Bagi Moral dan Kedamaian Global

Banyak yang akhirnya bisa meraup untung besar dari forex trading, namun tidak sedikit pula yang bangkrut dan putus asa. Hal itu diakibatkan maraknya investasi bodong yang memanfaatkan momen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Banyak website palsu sebagai broker antara penjual dan pembeli instrumen keuangan. Hal itu membuat dunia forex sempat tercoret, dan tidak lagi mendapat perhatian serta kepercayaan publik,” ujar Direktur Eksekutif Salma Markets, Ayako Miyaichi melalui keterangan resmi, dikutip Rabu 28 April 2021.

img_title Persaingan Industri Alat Elektronik Bergerak ke Level Premium, Pasar Tagih Kekuatan Inovasi dan Teknologi

Miyaichi mengatakan, broker atau perusahaan perantara sebagai tempat jual beli instrumen keuangan, terutama forex juga harus memiliki lisensi terkemuka atau direkomendasikan oleh berbagai pihak. Hal itu demi mendapat kepercayaan dari publik, supaya mereka mau kembali berinvestasi.

“Mereka tidak ingin tergelincir atau dengan mudah ditipu oleh akun broker investasi bodong, demi keuntungan pihak tidak bertanggung jawab tersebut,” tuturnya.

img_title Tak Hanya Jadi Pasar Teknologi Global, Luhut Dorong RI Kembangkan AI dengan Kapasitas Nasional

Itu sebabnya, sejak didirikan pada 2014 Salma Markets berusaha mengembalikan citra dunia trading forex. Cara yang mereka lakukan bermacam-macam, termasuk menerapkan teknologi berupa aplikasi yang bisa memudahkan pengguna untuk menempatkan investasi mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Memasuki tahun ke-7, Salma Markets berdiri sebagai broker trading forex, di mana tidak ada satu pun isu miring atau masalah terkait penipuan kepada para pengguna serta nasabahnya,” ungkap Direktur Operasional Salma Markets, Annie Luong.

“Dengan segala teknologi canggih serta kemudahan yang ditawarkan kepada para nasabah atau penggunanya, membuat mereka sekarang benar-benar menjadi broker trading forex skala internasional,” kata Miyaichi menambahkan.

Agora.

Indonesia Diproyeksikan Jadi Salah Satu Pasar Perangkat Pintar dengan Pertumbuhan yang Menjanjikan di Asia Tenggara

Pasar smart home Indonesia diproyeksikan meningkat dari US$1,81 miliar pada 2024 menjadi US$8,12 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini juga tercermin pada pasar IoT.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut