Indonesia Kini Punya Perusahaan Alat Ukur Psikologi

Ilustrasi psikolog
Ilustrasi psikolog
Sumber :
  • Businessinsider

VIVA – PT Inovasi Pemuda Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Faxtor Indonesia, hari ini merayakan ulang tahun ke-4 dengan cara menggelar webinar sekaligus virtual launching mereka sebagai perusahaan Test Publisher atau alat ukur psikologi di Tanah Air.

Bertajuk Peran Test Publisher dan Urgensi Pengembangan Alat Ukur di Indonesia, webinar ini terbagi ke dalam dua sesi dan diisi oleh pembicara ahli seperti CEO Association of Test Publisher (ATP) Global William G Haris, Behavioral Science Expert Aulia Iskandarsyah, Ahli Program Asesmen dan Intervensi Whisnu Yudiana, dan Ahli Psikometri Wahyu Widhiarso.

Peluncuran ini menjadi ajang perkenalan Faxtor Indonesia kepada masyarakat, sebagai perusahaan test publisher pertama di Indonesia. Mereka resmi terdaftar sebagai bagian dari ATP serta menjadi perusahaan yang berperan untuk menjaga integritas layanan dan produk asesmen.

“Sebagai test publisher, Faxtor Indonesia terus berfokus dalam pengembangan alat ukur psikologi dengan tetap menjaga integritas alat ukur di Indonesia. Kami juga akan berkolaborasi dengan para praktisi dan akademisi dalam pengembangan alat ukur psikologi di Indonesia,” ujar CEO Faxtor Indonesia, Anjar Kartapura, dikutip Sabtu 2 Juli 2022.

Melalui layanan ini, para psikolog profesional maupun pelaku industri dapat mempercayai alat ukur yang dipublikasikan oleh mereka, untuk digunakan dalam pengetesan psikologi. Para psikolog dapat dengan mudah mengakses alat ukur dan layanan asesmen, tanpa perlu khawatir dengan hak cipta alat ukur maupun kebocoran test.

CEO Faxtor Indonesia, Anjar Kartapura

CEO Faxtor Indonesia, Anjar Kartapura

Photo :
  • Faxtor Indonesia

“Kami mengajak para profesional di bidang psikologi, untuk berkolaborasi dalam pengembangan alat ukur sendiri yang dapat digunakan kembali oleh praktisi psikolog atau industri lain di Indonesia. Alat ini dapat digunakan untuk melakukan asesmen psikologi, baik untuk kepentingan riset, pendidikan atau bahkan rekrutmen pada industri,” tuturnya.