UMKM Bisa Dapat Cuan dari 'Functional Food'

Ilustrasi pembuatan 'functional food'.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA Digital – Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun pada 2020.

img_title Gandeng Perbankan hingga Pemerintah, Halal Connect 2026 Dorong UMKM Masuk Ekosistem Pasar Halal Global

UMKM juga berkontribusi dalam menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia dan mempunyai porsi investasi sebesar 60,4 persen. Dari data tersebut, Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi yang kuat karena jumlah UMKM yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

UMKM juga terbukti kuat dalam menghadapi krisis ekonomi, mempunyai perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi domestik dan bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat.

img_title MUI Tegas soal Nonmuslim Jadi Petugas Haji: Ada Batasnya!

Logo halal MUI.

Photo :
  • Bimas Islam Kemenag

Kini, roda perekonomian di Tanah Air kembali bergeliat, seiring mulai pulihnya Indonesia dari pandemi Covid-19. Produk-produk UMKM terus bermunculan di pasar, di antaranya produk minuman serbuk.

img_title MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Polemik Penggeledahan Ponpes

Produk yang dikenal dengan sebutan functional food atau makanan fungsional semakin populer karena bukan hanya menyegarkan, tetapi juga menawarkan manfaat dari kandungan di dalamnya. Adapun potensi ini dimanfaatkan para pengusaha UMKM.

Sebagaimana dilansir WebMD, functional food adalah makanan yang memberikan nutrisi tambahan pada makanan. Healthline mendefinisikan makanan fungsional sebagai bahan makanan tambahan yang menawarkan manfaat kesehatan.

Singkatnya, functional food merupakan bahan makanan alami yang bisa ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan nilai gizi. Hal ini pun mendorong produk minuman fungsional dengan formula dalam racikan sebagai pembeda dan nilai tambah.

Hanya saja, banyak produk yang beredar masih belum memerhatikan aspek estetis dan keamanan pangan seperti dari sisi kemasan hingga izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kantor BPOM di Jakarta.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Willibrodus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut entrepreneur muda Muhammad Farhan Maulana, Direktur Toga Food Nusantara, perusahaan yang dikelolanya menawarkan solusi bagi para pelaku UMKM yang ingin memiliki produk minuman fungsional yang teruji, memiliki izin edar, halal, kemasan estetis, serta terjamin dari sisi keamanan pangan.

"Pebisnis UMKM bisa memilih dua jenis jasa maklon Toga Food, rebranding dan custom. Pertama, rebranding menawarkan formula yang sudah dimiliki Toga Food. Pebisnis UMKM masih bisa menambahkan formula baru di dalamnya sesuai dengan strategi bisnis yang dirancang," kata dia, Sabtu, 5 November 2022.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut