Investasi Aset Kripto Berisiko Tinggi

Ilustrasi aset kripto.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Tekno – Perkembangan serta dinamika dalam industri aset kripto terus menunjukkan berbagai peningkatan positif terutama dari jumlah pelanggan dan nilai transaksi.

img_title Danantara Siapkan Investasi Besar pada 2027, Mineral Kritis hingga AI Jadi Incaran

Berdasarkan data Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi Indonesia (Bappebti), sejak Januari hingga Mei 2024, terdapat penambahan jumlah investor kripto sebanyak 363.101 dengan total investor mencapai 19,75 juta orang dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp260,9 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah pertumbuhan yang sangat pesat, PT Pintu Kemana Saja, platform jual beli dan investasi aset kripto di Indonesia, menyebut edukasi dan literasi mengenai aset kripto beserta ekosistem Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Kripto CFX, Kliring Komoditi Indonesia, dan lembaga depository tetap digalakkan ke publik.

img_title Megaproyek IKN Dapat Suntikan Rp4 Triliun, Investor China dan Korea Selatan Masuk

Direktur Utama CFX Subani mengaku banyak sekali aspek, khususnya yang terkait dengan regulasi aset kripto serta peran SRO, yang harus diperhatikan.

"Jadi, edukasi menjadi salah satu tugas kami selaku SRO," ungkapnya, Selasa, 25 Juni 2024.

img_title Investasi Era Prabowo-Gibran Tembus Rp3.923 Triliun, Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Ia berharap bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan juga pelaku usaha bahwa Bursa Kripto CFX memiliki tujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi kripto sambil terus mendorong berbagai inovasi produk yang menjadi pilihan bagi investor kripto di dalam negeri.

Sementara itu, Head of Department Digital Business Institut Pariwisata Trisakti Ariawan Aryapranata menaruh perhatian khusus pada industri kripto, termasuk Web3 yang saat ini bertransisi dari dunia Web2, dan juga blockchain.

Ia mengaku memiliki kurikulum dengan standar global yang mempelajari blockchain dan cryptocurrency di program studi bisnis digital.

"Kami juga aktif bekerja sama dengan salah satu perusahaan metaverse di Indonesia. Jadi, pembahasan seperti Proof of Stake (PoS), Proof of Work (PoW), Metaverse, Non-fungible Token (NFT) semuanya dibahas di dalam kelas yang dikaitkan dengan dunia pariwisata," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

General Counsel Pintu Malikulkusno Utomo menambahkan jika investasi pada aset kripto memiliki risiko yang tinggi sehingga perlu pemahaman yang baik sebelum memutuskan terjun di industri ini.

"Kami berharap kehadiran regulator dan akademisi di industri kripto tidak hanya mendorong ketertarikan untuk berinvestasi, namun bisa memberikan insights kepada pelaku usaha agar bisa terus berinovasi," kata dia.

BPI Danantara.

Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Danantara Investment Management (DIM) menyiapkan pengumuman sejumlah investasi strategis, termasuk di sektor infrastruktur digital, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI)

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut