2025, Indonesia Kuasai Pasar e-Commerce

Konferensi pers Hari Belanja Online Nasional 2016
Sumber :
  • Viva.co.id/Rintan Puspitasari

VIVA.co.id – Indonesia akan menjadi penguasa pasar e-dagang atau e-commerce di Asia Tenggara. Hal itu dikarenakan jumlah penduduk dan pengguna internet yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

img_title Transaksi Harbolnas 2025 Capai Rp36,4 Triliun, Naik 17 Persen

SVP Strategic Partnership Lazada Indonesia, Miranda Suwanto, mengatakan berdasarkan data dari Google dan Temasek bahwa pada 2020 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 215 juta, di mana pertumbuhannya 19 persen dari 2015 yang jumlah pengguna internet 92 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan demikian, prediksi itu memperlihatkan jumlah pengguna internet Indonesia terbesar di dunia," kata Miranda yang juga Ketua Panitia Harbolnas 2016 di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

img_title Harbolnas 2025 Bukan Sekadar Diskon

Melihat laju pertumbuhan kian gesit itu, Miranda mengatakan Indonesia akan menguasai lebih dari 50 persen pasar e-commerce di Asia Tenggara pada 2025. Pada tahun tersebut diperkirakan potensi pasar e-commerce di kawasan Asia Tenggara menyentuh angka US$87,8 miliar atau Rp1.168 triliun.

"Dari total potensi e-commerce di Asia Tenggara sebesar US$87,8 miliar tersebut, Indonesia berkontribusi 52 persennya," kata dia. 

img_title Bidik Transaksi Rp35 Triliun di Harbolnas 2025

Berkuasanya Indonesia soal pasar e-commerce di ASEAN ini, karena jumlah penduduknya yang melebih dari negara-negara lainnya. Selain itu, umur rata-rata penduduk Indonesia, 70 persennya merupakan usia di bawah 40 tahun.

Kemudian, lanjut dia, e-commerce makin dilirik masyarakat, karena efisiensi waktu, di mana dan kapan saja bisa berbelanja online, dan banyak pilihan produk yang tersedia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Miranda yang mengutip dari riset Markplus Insight, pada 2013 lalu dari 74,6 juta pengguna internet di Indonesia, baru 20 persennya yang melakukan belanja online.

"Maka dari itu, dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kita ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berbelanja online yang lebih luas lagi. Harbolnas Ini merupakan event bersama, ajang gotong royong e-commerce," tutur dia.
 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Transaksi Harbolnas 2026 Ditargetkan Tembus Rp 40 Triliun, Airlangga: Demi Dukung Ekonomi 6 Persen

Airlangga menargetkan transaksi di Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 bisa mencapai Rp 40 triliun, dalam tujuh hari penyelenggaraannya pada 10-16 Desember 2026

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut