Indonesia Dilanda Suhu Dingin dan Embun Es, Ada Tiga Penyebabnya
- ANTARA Foto/Idhad Zakaria
VIVA – Suasana dingin malam dan pagi hari kembali dirasakan masyarakat membuat sensasi cuaca Eropa hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan. Embun es yang menutup permukaan di beberapa daerah dataran tinggi menjadi wisata baru bagi banyak orang untuk berfoto dengan latar hamparan salju. Fenomena tersebut menarik perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG, Siswanto dalam keterangannya menyebutkan, setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan kondisi cuaca saat ini menimbulkan suhu dingin dan embun es itu.
Penyebab pertama, kata Siswanto, adalah angin timuran dari Benua Australia yang memang mengalami peningkatan embusan kembali dalam beberapa hari terakhir ini, baik kecepatan anginnya maupun tingkat dinginnya.Â
Udara dari angin timuran monsun Australia ini memang sifatnya kering dan dingin. Angin ini pula yang turut mengendalikan musim kemarau di Indonesia.
Akibat aliran dingin itu, jelas Siswanto, beberapa tempat oleh catatan pengamatan parameter cuaca BMKG pada Minggu pagi 5 Agustus 2018 diketahui mengalami suhu cukup rendah. Di Malang, Stasiun Geofisika Tretes mencatat suhu minimum Minggu pagi 15,2 derajat celsius. Stasiun Klimatologi Karangploso mencatat suhu minimum 17,6 derajat celsius. Di Batu, Malang, suhu terdingin bisa mencapai 13 derajat celsius.Â
Hasil pengamatan suhu minimum di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta menunjukkan suhu terendah malam-pagi hari 18,6 derajat celsius. Di Dermaga Bogor dan Curug Tangerang masing-masing tercatat sekitar 20 derajat celsius dan 19 derajat celsius.
"Kondisi suhu itu termasuk relatif dingin dalam ukuran suhu rata-rata di Indonesia yang berkisar 28-29 derajat celsius," ujar Siswanto.
![]()
Penyebab kedua munculnya embun es di pegunungan Indonesia adalah laju penurunan suhu udara (lapse rate adiabatis).Â
Apabila di dataran rendah seperti Tangerang saja tercatat 19 derajat celsius, terlebih lagi di daerah yang agak tinggi atau pegunungan, sebab semakin tinggi tempat akan berkurang suhunya secara gradual.Â
Lapse rate adiabatis menggambarkan laju ketika udara bergerak naik dan mengalami penurunan tekanan udara, maka udara akan mengembang dan suhu menurun.Â