Penyakit Stephen Hawking dan Bukti Hadis Rasulullah
- Facebook/Stephen Hawking/CERN/Laurent Egli 2012
Studi ini menganalisis sampel darah dan feses dari pasien. Hasilnya, tim menemukan adanya konsentrasi rata-rata faktor antimikroba endogen secara signifikan lebih tinggi yakni lebih dari 300 persen pada pasien ALS dibanding pada pasien non ALS.Â
Temuan ini menunjukkan, pasien ALS memendam konsentrasi spesies mikroba patogen dalam usus mereka secara lebih tinggi.
Selain itu, tim peneliti mendeteksi 100 persen terdapat satu atau lebih spesies bakteri patogenik pada feses dari 54 pasien ALS.Â
Pada populasi manusia yang sehat, prevalensi bakteri patogenik pseudomonas aeruginosa dan bakteri salmonella spp masing-masing rata-rata 8,2 persen dan 2-3 persen. Nah namun pada analisis prevalensi pada pasien ALS menunjukkan, masing-masing bakteri 83,3 persen dan 66,7 persen.
Dengan demikian, studi ini berkesimpulan adanya peningkatan kerentanan pada usus pasien ALS dalam menyimpan bakteri. Â Â
Hadis Rasulullah
Menariknya, kata Taruna, jika dilihat dari segi pandangan dan pengetahuan Islam, temuan infeksi usus untuk sebagai biang ALS ini sinkron dengan hadis Rasulullah soal sumber penyakit berasal dari perut.
Taruna meyakini, temuan studi timnya bisa dibilang membenarkan hadis Rasulullah tersebut. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW mengatakan, perut adalah sumber penyakit. Makanya, Rasululullah meminta menjaga betul umatnya dalam pola dan tata cara makan.Â
Dalam riwayat yang dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah Nomor 2265, Rasulullah bersabda:
"Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungnya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka sepertiga untuk makan dan sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas," sabda Rasulullah.Â