Nanoe, Teknologi Pengusir Bakteri dan Virus pada Pendingin Ruangan

Ilustrasi bakteri dan virus.
Sumber :
  • Physics World

VIVA – Industri elektronik diprediksi akan tumbuh pada tahun ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang makin masif.

img_title Riset Ungkap Dampak Panas Perkotaan terhadap Kelompok Berpenghasilan Rendah

Pembaharuan teknologi menjadi hal penting bagi sektor ini, lantaran dapat memengaruhi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini tidak disia-siakan oleh PT Panasonic Gobel Indonesia dengan menghadirkan salah satu teknologi anyar mereka, Nanoe, di mana teknologi ini menekankan pada perbaikan, penciptaan, serta menjaga kualitas udara yang sehat terhadap pendingin udara (AC) bagi manusia.

img_title 3 Bakteri dalam Makanan yang Racunnya Tak Hilang Meski Dimasak, Kenali Risikonya

Product Asisten Manager Major Domestic PT Panasonic Gobel Indonesia, Albert Muljopranoto menuturkan, pengembangan teknologi Nanoe terbagi atas tiga. Yaitu Nanoe, Nanoe-G, dan Nanoe-X.

"Nanoe mampu menetralisir bakteri dan bau sampai 480 miliar OH radical per detik," ungkapnya di Jakarta, Selasa 9 April 2019.

img_title Polusi Udara Bisa Dicek Lewat HP, Begini Cara Mengetahui Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

Ia melanjutkan, teknologi Nanoe-G sangat efektif menghilangkan PM atau Particular Matter 2,5 seperti debu hingga 99 persen.

PM 2,5 merupakan partikel tak kasat mata karena didasarkan pada ukurannya yang hanya mencapai 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil bisa diibaratkan hanya 3 persen dari diameter rambut manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, teknologi Nanoe-X mampu menetralisir sebanyak 4,8 triliun OH Radicals per detik. Teknologi ini memiliki kemampuan deodorizer, yakni sebagai penghilang bau dan juga melumpuhkan virus dan bakteri.

"Kemampuan teknologi ini sangat efektif karena 10 kali lebih besar mengurangi bau tidak sedap seperti asap rokok dan sangat efektif melumpuhkan virus, bakteri, jamur yang melayang di udara (airbone) dan menempel di serat kain (adhesive)," papar Albert.

Ilustrasi virus.

Apa Itu Virus Shamonda yang Bikin Geger Prancis? Pasien Pertama yang Terinfeksi Meninggal Dunia

Prancis melaporkan kasus pertama virus Shamonda pada manusia setelah seorang pasien meninggal dunia. WHO menyebut kasus ini terisolasi dan kecil kemungkinan menyebar luas

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut