Ransomware WannaCry dan Cuci Tangan Intelijen AS
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:52 WIB
Sumber :
- Dreamstime.com
Kendati demikian, Beaumont dan beberapa pakar keamanan mengingatkan bahwa WannaCry belum benar-benar 'mati'. Lalu, pelaku pembocor alat mata-mata NSA juga belum terungkap. Bukan tidak mungkin, jaringan komputerisasi di dunia akan mendapat serangan siber lanjutan dari jenis malware baru.
"Modusnya sama. Data hilang, korban panik, dan ujung-ujungnya harus mengeluarkan uang untuk menyelamatkannya. Ini peringatan bahwa masyarakat perlu berbuat lebih untuk keamanan sibernya," jelas Beaumont.
Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam
Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.
VIVA.co.id
12 September 2026