Ransomware WannaCry dan Cuci Tangan Intelijen AS
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:52 WIB
Sumber :
- Dreamstime.com
Kendati demikian, Beaumont dan beberapa pakar keamanan mengingatkan bahwa WannaCry belum benar-benar 'mati'. Lalu, pelaku pembocor alat mata-mata NSA juga belum terungkap. Bukan tidak mungkin, jaringan komputerisasi di dunia akan mendapat serangan siber lanjutan dari jenis malware baru.
"Modusnya sama. Data hilang, korban panik, dan ujung-ujungnya harus mengeluarkan uang untuk menyelamatkannya. Ini peringatan bahwa masyarakat perlu berbuat lebih untuk keamanan sibernya," jelas Beaumont.
Korea Utara Dituding FBI Bobol Binance hingga Rp113 Triliun, Begini Nasib Dana Pengguna
Binance mengklaim telah mengganti 90 persen dana pengguna yang dicuri dalam peretasan US$6,3 miliar. FBI menyebut kelompok peretas Korea Utara sebagai pelakunya.
VIVA.co.id
1 November 2026