Jutaan Kampret Mati, Ahli Prihatin tapi Bingung

Kampret sedang berhibernasi
Sumber :
  • www.kqed.org/Ann Froschauer/USFWS

VIVA – Pemerhati satwa prihatin dengan munculnya jamur mematikan, Pseudogymnoascus destructans, yang membunuh jutaan kampret dan kelelawar di California, Amerika Serikat. 

img_title Akademisi Dorong Penanganan Satwa saat Bencana Ditangani Pusat

Kampret dan kelelawar yang mati tersebut terkena sindrom hidung putih, akibat penyakit jamur mematikan tersebut. Sindrom ini merupakan infeksi jamur yang tumbuh pada kulit hewan itu saat mereka tidur panjang. Infeksi ini mengganggu istirahat hewan bersayap tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena istirahat panjang dalam musim dingin, kampret dan kelelawar tidak bisa mencari mangsa makanan berupa serangga. Otomatis mereka menggunakan energi yang tersimpan untuk merawat diri mereka dari sindrom tersebut. Selain dampak dari sindrom, ada kemungkinan juga spesies ini mati karena kelaparan.  

img_title Jangan Anggap Sepele Kesehatan Hewan, Dampaknya Bisa Sampai ke Manusia

Secara total ada 6 juta kampret dan kelelawar yang mati di Amerika Utara sejak pertama kali Pseudogymnoascus destructans pertama kali ditemukan di New York pada 2006.

Menurut catatan, jamur tersebut telah menghancurkan populasi kelelawar dan kampret di Pennsylvania, New York dan populasi lain di timur laut Amerika Serikat. 

img_title PDHI Soroti Kesejahteraan Hewan di Jabar

"Kami memutuskan, dalam dua tahun terakhir ini, meski terdeteksi rendah, kita harus menyebutnya. Jamur Pseudogymnoascus destructans ada dalam kasus ini. Penyakit ini sangat mematikan saat mereka berhibernasi dalam waktu yang lama di musim dingin," ujar ilmuwan lingkungan senior California Department of Fish and Wildlife, Scott Osborn dikutip dari laman Kqed, Sabtu 6 Juli 2019. 

Sindrom hidung putih telah terkonfirmasi terjadi di 33 negara bagian dan temuan baru jamur berbahaya itu ditemukan lagi di 5 negara bagian, termasuk California.

Bagaimana jamur mematikan tersebut berdampak pada kampret dan kelelawar di California, para ahli belum bisa menemukan titik terang. Namun, para ahli patut was-was, sebab penyakit dari jamur ini telah melenyapkan hampir seluruh populasi di beberapa koloni yang berhabitat di gua-gua, tambang dan lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal jutaan kampret dan kelelawar yang mati, para ahli menduga terkait dengan pola hibernasi alias istirahat panjang hewan tersebut. 

Untuk kampret dan kelelawar yang hidup di timur laut Amerika Serikat, mereka berhibernasi bersama di sarang besar yang mana terdapat ribuan hingga puluhan ribu individu. Namun pola hibernasi kampret dan kelelawar California berbeda. Mereka berhibernasi di sarang yang jauh lebih kecil, tapi tersebar di area yang lebih luas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut