Beban Tukang Kayu Jadi Ringan berkat Robot
- Robotic Industries Association
VIVA – Lengan robot generasi baru bisa dikendalikan dengan lebih mudah. Selain itu, berbeda dengan robot industri, Cobot lebih aman. Tapi robot itu juga perlu latihan.
Di pabrik pembuat model Werk5 di Berlin, Jerman para pengrajin bekerja dengan robot industri biasa, yang membuat bentuk-bentuk rumit, misalnya untuk model arsitektur.
Pemrograman robot sangat rumit. Bentuk yang diinginkan dimasukkan ke komputer dalam bentuk "template" tiga dimensional.
Mesin biasanya diprogram agar melaksanakan sebuah pekerjaan saja, dengan presisi tinggi. Misalnya membuat bentuk tertentu. Tapi lengan robot ini punya kemampuan baru.
"Berbeda dengan robot industri lainnya, saya bisa mengendalikan ini dengan tangan." Demikian dikatakan Gunnar Bloss, pengrajin dan salah seorang pendiri Werk5, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Rabu, 26 Januari 2022.
Pada robot ada tombol khusus, demikian ditambahkan Gunnar Bloss. "Jadi, saya bisa mengatakan, ini tempat kerja kamu. Kamu harus bekerja di sini dan tidak perlu presisi. Berbeda dengan robot industrial yang harus presisi tinggi," tuturnya.
Robot juga harus latihan
Robot-robot baru ini namanya Cobot, singkatan dari "robot-robot yang berkolaborasi". Robot tidak hanya bisa digunakan dengan lebih mudah, melainkan juga lebih aman bagi manusia.
"Di setiap poros ada sensor. Jika ada momen tahanan terlalu besar, saya hanya perlu melakukan ini, robot berhenti," demikian dijelakan Gunnar Bloss. Jadi orang bisa bekerja dengan robot dalam jarak dekat.
Itu teorinya. Tapi bagaimana dalam praktiknya? Apakah Cobot benar-benar bisa mengambilalih pekerjaan?
Perusahaan pengrajin Hussl di Tirol punya spesialisasi membuat kursi karya desainer. Perusahaan keluarga itu mempekerjakan 15 orang. Dari setiap seri, mereka membuat kursi dalam jumlah banyak. Itu artinya pekerjaan berat yang sama harus diulang berkali-kali.
Dalam menggergaji kaki-kaki kursi, para tukang kayu sekarang mendapat dukungan sebuah Cobot, yang ibaratnya kolega baru.
Hansjörg Moser yang mengurus robot itu. Ia mengungkap, bekerja dengan robot menyenangkan dan sangat bagus. Tentu juga lebih rileks, kalau pekerjaan berjalan sendiri, dan orang tidak selalu harus ada di tempat.