Mengapa Air Laut Rasanya Asin?

Air laut yang biru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tasya Paramitha

VIVA.co.id – Saat berenang di laut, kadang tak sengaja kita meminum sedikit airnya dan rasanya cukup asin. Banyak yang beranggapan jika laut mengandung garam. Meski anggapan itu benar, lalu darimana sejatinya garam di air laut itu muncul?

img_title Begini Strategi Pramono Atasi Banjir 3,5 Meter di Jaktim-Jaksel

Dilansir melalui The Conversation dalam programnya yang bertajuk I Have Always Wondered, air telah melarutkan garam yang terdapat di bebatuan. Garam itu kemudian dibawa sampai ke laut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat air hujan terbentuk, mereka menyerap karbon dioksida dari air. campuran air (H2O) dan karbon dioksida (CO2), bereaksi membentuk asam karbonik (H2CO3). Asam karbonik inilah yang membuat air hujan sedikit asam," ujar Hellen Philips, peneliti senior untuk studi kelautan dan antartika dari University of Tasmania.

img_title NASA Kasih Tanda Bahaya untuk Bumi, tapi Bukan dari Luar Angkasa

Dijelaskannya, asam karbonik itu secara otomatis juga membuat pH air laut berbeda, sekitar 5,6. Sebagai perbandingan, air mineral yang biasa dikonsumsi manusia memiliki pH 7, yang artinya netral.

Jadi, kata Philips, hujan melarutkan garam dari bebatuan, kemudian garam dibawa melalui limpasan ke sungai sampai akhirnya menuju ke laut. Dalam data, sungai diperkirakan telah membawa hampir 4 miliar ton garam ke laut setiap tahun. 

img_title Waspada Banjir Rob di 11 Wilayah di Jakarta Utara Pada 9-17 Januari 2025

Lalu mengapa air sungai tidak asin? Sungai sejatinya masih menyimpan kandungan garam namun jumlahnya kecil sehingga rasa asinnya tidak setegas air laut. Karena semua air sungai berakhir di laut maka seluruh garam yang terkandung di air sungai pun menjadi terkonsentrasi ke laut. Lagipula, air sungai bukan satu-satunya pemberi kontribusi garam di laut. Selain air sungai dan bebatuan di laut, ventilasi hidrotermal di dasar laut dan gunung berap bawah laut juga memasok garam ke laut.

Menurut data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), selama jutaan tahun, konsentrasi garam telah meningkat menjadi rata-rata 35 gram garam dalam setiap satu kilogram air laut. Bahkan jika garam di laut berhasil ditarik dan disebar, seluruh permukaan bumi akan tertutup dengan kedalaman garam setebal 150 meter.

Fenomena air laut surut dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau

Viral Video Air Laut Surut Dikaitkan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi Beri Penjelasan

Video yang memperlihatkan kondisi air laut surut dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau viral di media sosial. Fenomena ini dikaitkan dengan terjadi tsunami

img_title
VIVA.co.id
13 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut