Kisah Pahit Penemu Garis Wallace Indonesia
- www.creationism.org
Berawal dari buku
Wallace mulai menyukai tanaman. Ia amat antusias untuk mengenali semua jenis tanaman yang tumbuh di pedesaan saat ia dan kakaknya sedang survei tanah. Dia membeli buku pertamanya tentang cara mengidentifikasi tanaman, mengumpulkan tanaman tersebut, dan membentuk kumpulan spesimen yang telah dikelompokkan.
Karena bercita-cita ingin menjadi naturalis, pada akhir 1843, Wallace memutuskan untuk hijrah ke Leicester. Di kota itu ia mencari pekerjaan kantoran yang sesuai dengan minatnya. Ia pun melamar di Collegiate School dan langsung dipekerjakan sebagai master untuk mengajar penyusunan, survei, bahasa Inggris, dan aritmatika.
Leicester dikenal memiliki banyak perpustakaan bagus. Di kota inilah, ia dapat menemukan dan mempelajari beberapa karya penting tentang sejarah alam. Di ini juga pertama kali ia bertemu dengan naturalis amatir, Henry Walter Bates, yang membuat Wallace bersemangat mengumpulkan dan mempelajari kumbang.Â
Pada 1845, Wallace kembali ke Neath. Saat itu, untuk pertama kalinya, ia membaca buku kontroversial karya Robert Chambers berjudul Vestiges of the Natural History of Creation. Buku ini memunculkan keyakinan Wallace tentang realitas evolusi atau yang kemudian dikenal sebagai transmutasi.
Pada akhir 1847 atau sekitar awal 1848, lantaran terinspirasi oleh buku karya WH Edward berjudul A Voyage Up the River Amazon, ia mengajak Bates untuk menjelajah Brasil. Ia ingin bisa mengumpulkan seluruh spesimen serangga, burung dan hewan lainnya yang ada di Tanah Samba, baik untuk koleksi pribadi maupun untuk dijual ke kolektor dan museum di Eropa.
Salah satu tujuan ekspedisi tersebut sebenarnya adalah mencari bukti evolusi dan mencoba menemukan mekanismenya. Pada 26 April 1848, Wallace berusia 25 dan Bates 23 tahun, berangkat menaiki kapal dari Liverpool menuju Pará (Belém), Brasil, dan tiba di lokasi pada 28 Mei 1948.
Awalnya, koalisi keduanya berjalan mulus, tapi beberapa bulan kemudian mereka terlibat silang pendapat. Mereka sepakat untuk berpisah dan melanjutkan penelitian sendiri-sendiri ke tempat yang berbeda. Wallace memusatkan aktivitasnya di tengah Amazon dan Rio Negro, menyusun peta sungai Amazon dengan menggunakan keterampilan yang dia pelajari sebagai surveyor tanah.