Mahasiswa UIN Walisongo Buat Qibla Box Alat Penentu Arah Kiblat

Qibla Box Alat Penentu Arah Kiblat
Sumber :
  • UIN Walisongo Semarang

VIVA Edukasi – Fajrullah biasa disapa Fajrul, seorang mahasiswa S2 magister ilmu falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang asal pelosok pegunungan Palu Sulawesi Tengah, berhasil membuat inovasi dan terobosan baru yaitu merancang dan mengembangkan  instrumen robotik penentuan arah kiblat yang disebut dengan Qibla Box.

UIN Walisongo Gelar Dies Natalis ke-54, Targetkan Jadi Universitas Riset Terdepan

Qibla Box merupakan hasil produk penelitian tesis  yang berjudul "Qibla Box dalam penentuan Arah Kiblat". Tesis ini dinobatkan sebagai tesis terbaik tingkat universitas saat pelaksanaan wisuda periode 22 Agustus 2022 di Auditorium kampus 3 UIN Walisongo Semarang. 

Qibla Box Alat Penentu Arah Kiblat

Photo :
  • UIN Walisongo Semarang
Menag Tutup AICIS 2024: Perlu Peran Agama yang Inklusif Respons Krisis Kemanusiaan

Berawal dari permasalahan penggunaan instrumen-instrumen penentu arah kiblat yang sangat bergantung dengan cahaya matahari, akan menjadi sebuah masalah ketika penentuan arah kiblat dilakukan di ruangan tertutup atau gedung bertingkat di mana cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam ruangan tersebut. Atau permasalahan lainnya seperti waktu penentuan arah kiblat hanya terbatas pada waktu siang hari saja.

Berbeda hal, ketika  penentuan arah kiblat menggunakan Qibla Box, permasalahan-permasalahan tersebut dapat diatasi, karena  instrumen ini tidak membutuhkan cahaya matahari pada pengaplikasiannya. Instrumen ini sudah dilengkapi dengan chip kompas dan GPS yang secara otomatis dapat terkoneksi dengan satelit. 

AICIS 2024 Hasilkan Semarang Charter, Ini Isi 9 Butirnya

Qibla Box juga memiliki harga relatif murah dibandingkan dengan instrumen-instrumen arah kiblat lainnya, yang mencapai harga belasan juta rupiah. 

"Perancangan dan perakitan Qibla Box hanya membutuhkan budget  sekitar 400-500 ribu rupiah dan komponen-komponennya bisa dengan mudah dibeli," ujar Fajrul dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jakarta, Rabu (31/8). 

Lanjut Fajrul, Qibla Box merupakan instrumen robotik, Qibla Box memiliki kelebihan perhitungan atau algortima arah kiblat suatu tempat dapat diketahui secara langsung tanpa melakukan perhitungan arah kiblat lagi secara manual.

Penggunaan Qibla Box juga tidak membutuhkan waktu yang lama.

"Penggunaan Qibla Box sangatlah simpel dan mudah. Cukup dengan  menyambungkan kabel yang sudah terkoneksi pada Qibla Box dengan power bank, kemudian  memutar Qibla Box hingga angka koreksi pada layar LCD Qibla Box menjadi 0°  dan Qibla Box telah menghadap kiblat," ujarnya.

Tak ada gading yang tak retak, menurut Fajrul, Qibla Box masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaharui dan Instrumen ini masih dapat dikembangkan lebih baik lagi.

Diharapakan pula Qibla Box dapat menjawab permasalah penentuan arah kiblat yang ada serta masyarakat umum dapat menggunakannya dalam penentuan arah kiblat dengan mudah dan efesien.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya