Bikin Tugas Sekolah Lebih Mudah Bila Cakap Digital
- Robert Walters China
Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jhonny G. Plate dalam kesempatan itu menjelaskan jika Kementrian yang dipimpinnya juga fokus memberikan literasi digital kepada kelompok pendidikan.
“Sejak dilaksanakan pada tahun 2017, program lieterasi digital telah menjangkau lebih dari 12,6 juta masyarakat, setidaknya di tahun 2022 ini akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat. Kementrian Kominfo juga akan berfokus memberikan literasi digital kepada kelompok pendidikan. Para peserta akan diberikan pelatihan literasi berdasarkan pada empat pilar,” jelas Menkominfo.
Untuk webinar Sektor Pendidikan Wilayah Sumatera di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan ini, tampil sebagai narasumber pertama Budayawan dan Pegiat Literasi, M Jadul Maula yang membawakan materi Etika Digital. Ia menjelaskan jika handphone digunakan untuk menggali informasi dan berkomunikasi, sehingga harus dipahami bahwa menggunakan teknologi harus pandai dan bijak, seperti di antaranya membuat tugas dengan menggunakan aplikasi google.
“Tapi kemudahan ini memunculkan tanggung jawab. Seperti menerapkan kesopanan tata krama dalam dunia internet, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal-hal yang negatif, setiap manusia mesti punya aturan dan ukuran apa yang baik dan tidak baik. Pentingnya etiket supaya kita tidak terkena gangguan konten negatif yang sebenarnya hal ini bisa menghilangkan harga diri kita,” ujarnya.
Terdapat pula narasumber lainnya yakni Abdul Rohim yang merupakan Redaktur Langgar.com yang membawakan materi Keamanan Digital. Dalam materinya itu ia memaparkan jika menggunakan gawai harus memastikan keamanan digital, dan menyimpan data digital jangan disebar di media sosial, termasuk mewaspadai virus yang dapat masuk ke gawai dan secara tiba-tiba mencuri data pribadi.
“Banyak jenis virus dalam media sosial, gawai kita akan dimasuki virus dan secara diam-diam mencuri data pribadi untuk kepentingan mereka. Teman-teman jangan membuka link-link yang belum jelas, tidak ada yang aman 100 persen di dunia digital. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risikonya sedapat mungkin,” jelas Abdul Rohim.
Sedangkan pemateri terakhir yakni Nada Clorinda yang merupakan seorang Content Creator dan Key Opinion Leader, tampil membawakan materi Budaya Digital. Ia pun mengajak bersama-sama membangun ruang digital yang aman dan etis bagi setiap penggunanya, mengisi dan menjadikannya sebagai orang yang berbudaya, tempat belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak bertumbuh kembang sekaligus menjadikan kita sebagai bangsa yang bermartabat.