Buya Yahya Jelaskan Hukum Golput di Pemilu: Boleh, Tapi...

Penceramah Buya Yahya.
Sumber :
  • Istiewa

Jakarta – Ulama kenamaan, Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa  Buya Yahya menyampaikan hukum golput alias tidak menggunakan hak pilih di Pemilihan Umum (Pemilu) dalam sudut pandang Islam.

img_title Buya Yahya Ungkap Nasib Orang yang Melakukan Pesugihan, Benarkah Jadi Budak Setan di Alam Barzakh?

Beliau mengatakan, golput bisa dilakukan atau berlaku apabila tidak ada pilihan. Akan tetapi, bila dalam ijtihada atau usaha, seorang Muslim telah menemukan satu pilihan baik dari ulama atau keteguhan hati, maka wajib untuk memilih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendistribusian Logistik Pemilu 2024

Photo :
  • AP Photo/Tatan Syuflana

img_title Suami Wajib Tahu! Buya Yahya Jelaskan Perbedaan Uang Belanja dan Nafkah Istri

“Golput itu berlaku jika memang tidak ada pilihan yang bisa dipilih. Jika dalam ijtihad, saat komunikasi dengan ulama dan sampai pada satu pilihan, maka anda harus pilih,” ujar Buya di Youtube Al-Bahjah TV dilihat Rabu, 14 Februari 2024.

“Tapi kalau memang mentok dan Anda tidak mampu (menentukan pilihan) maka golput berlaku, tapi golputnya bukan ikut-ikutan, melainkan golput hasil dari upaya ijtihad,” sambungnya.

img_title Jokowi Jadi Magnet PSI, Target Tiga Besar Dibidik untuk Pemilu 2029

Lebih lanjut, jika sulit menentukan pilihan, Buya menyarankan seorang Muslim untuk berijtihad dengan mencari informasi melalui orang alim, ulama, atau media yang terpercaya terkait informasi kandidat capres-cawapres.

“Kalau baik sama yang baik, pilih yang paling baik, kalau jelek sama jelek ada yang lebih tidak terlalu jelek, jadi masih ada yang bisa dipilih,” jelasnya.

“Maka disinilah tarjih (penilaian), Anda bisa melihat mana yang paling baik dari pilihan itu. Maka kalau sudah mentok golput baru sah,” sambungnya.

sorot golput sosialisasi pemilih pemilu

Photo :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang terpenting, kata beliau, dalam memilih pemimpin tidak ada kepentingan peribadi yang dapat merugikan banyak orang.

Jika itu dilakukan, Buya menjamin, sekalipun pemimpin yang dipilih berlaku buruk saat menjalankan kepemimpinannya kelak, maka orang-orang yang memilihnya tidak mendapat hukuman dari Allah.

Ketum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Depok

Kaesang Turun ke Depok, PSI Langsung Bidik 6 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

PSI Kota Depok membidik enam kursi DPRD Kota Depok pada Pemilu 2029. Target tersebut dipasang dengan harapan setiap dapil mampu menyumbangkan minimal satu wakil.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut