Polrestabes Semarang Usut Kasus Dugaan Piagam Palsu saat PPDB

Ilustrasi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Polrestabes Semarang sedang menyelidiki kasus dugaan penggunaan piagam palsu untuk pendaftaran ke salah satu SMA di Semarang saat penerimaan peserta didik baru tahun ini.

img_title Menhan Sjafrie Tak Gentar Hadapi Perlawanan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Tetap Jalan!

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena, mengungkapkan bahwa kasus ini dilaporkan oleh seorang orang tua siswa yang merasa dirugikan akibat adanya dokumen palsu yang dapat memberikan poin tambahan saat pendaftaran siswa baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andika menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari seorang orang tua yang gagal mendaftarkan anaknya ke SMAN 3 Semarang karena memerlukan piagam prestasi tambahan. Piagam yang dipermasalahkan adalah dari ajang kejuaraan marching band di Malaysia, International Virtual Band Championship 2022.

img_title Geger Penembakan di Deli Serdang! Korban Tewas, Pelaku Malah Kecelakaan Saat Kabur

"Ada orang tua murid yang merasa dirugikan atas piagam yang diduga palsu tersebut," ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu 10 Juli 2024.

Saat ini, polisi sedang mengumpulkan barang bukti dan telah memeriksa tujuh saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa indikasi bahwa piagam yang digunakan oleh beberapa siswa SMPN 1 Semarang tersebut mungkin palsu.

img_title Di Tengah Kabut Asap Karhutla, Polisi di Kalteng Tetap Gelar Operasi Patuh Telabang

Beberapa indikasi kecurangan mencakup tanda tangan panitia yang mencurigakan, penulisan nama siswa secara individu, serta kesalahan dalam penulisan juara I yang seharusnya juara III.

Ilustrasi kelas dalam PPDB Zonasi || Sumber : Pixabay.com

Photo :
  • vstory

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Namun, masih ada satu saksi penting, yaitu pelatih marching band berinisial S, yang belum memenuhi panggilan polisi.

Andika menegaskan bahwa pelaku dalam kasus dugaan pemalsuan piagam ini akan dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat. "Kami akan jerat dengan Pasal 263 Ayat 1 mengenai orang yang membuat surat palsu, serta Ayat 2 mengenai orang yang menggunakan surat palsu tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMP di Kota Semarang diduga menggunakan piagam prestasi palsu untuk mendaftar ke beberapa SMA saat PPDB 2024. Penggunaan piagam prestasi ini memberikan 3 poin tambahan bagi siswa yang mendaftar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel VIVA Edukasi menarik lainnya di tautan ini.

Mantan Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara, SL ditahan penyidik Polda dalam dugaan kasus korupsi dana publikasi media

Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Polda Sulawesi Utara menahan dua mantan pejabat Dinas Kominfo Sulut berinisial SL dan CI. Mereka jadi tersangka kasus dugaan korupsi dana publikasi media.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut