Menag: Indonesia Best Practice Membangun Dialog Agama dan Peradaban

Kementerian Agama Republik Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

"Ajaran luhur agama-agama seperti ini mari kita jadikan sebagai nilai sekaligus spirit untuk berdialog antarsesama, sehingga cita-cita kita semua untuk mewujudkan perdamaian dunia bisa terwujud," sambungnya.

img_title Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Itu Hoaks

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apresiasi Grand Syekh

img_title Jaksa Minta Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji, Ini Alasannya!

Menag Yaqut menyampaikan salam takzim dan apresiasi atas kehadiran Grand Syekh Al-Azhar  Prof. Dr. Ahmad Al Tayeb, di Indonesia. Ini adalah kunjungan ketiga kalinya, setelah tahun 2016 dan 2018. Baru kali ini dalam sejarah hubungan Indonesia-Mesir, Grand Syekh Al-Azhar berkenan melakukan lawatan hingga tiga kali ke Indonesia. 

Kementerian Agama Republik Indonesia

Photo :
  • Istimewa

img_title Eks Menag Yaqut: Uang Negara Mana yang Berkurang dari Proses Pembagian Kuota Haji

"Ini menunjukkan kecintaan beliau kepada Indonesia. Bangsa dengan populasi muslim terbesar. Bangsa dengan jumlah pengikut agama dan aliran kepercayaan terakbar. Bangsa yang berbhinneka tunggal ika dan plural, tapi berhasil membangun kehidupan yang rukun dan tenteram," ujar Gus Men.

Di mata Gus Men, Grend Syekh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmed Thayyeb adalah salah satu tokoh agama yang paling konsisten mengkampanyekan dialog antaragama dan peradaban, untuk mewujudkan perdamaian dunia. Salah satu kontribusi penting beliau dalam membangun dialog itu adalah terwujudnya Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqah al-Ukhūwah 
al-Insānīyah) yang ditandatangani GSA bersama Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Inti dari piagam tersebut adalah mengajak seluruh umat manusia hidup berdampingan dengan berpegang pada nilai-nilai perdamaian, saling pengertian, kesetaraan, persaudaraan, hidup berdampingan, kebijaksanaan, keadilan, dan cinta," papar Gus Men.

"Terima kasih atas kehadiran Grand Syekh yang ketiga kali di Indonesia. Kami semua, warga bangsa Indonesia, selalu merindukan dan menanti kunjungan Syekh berikutnya. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membimbing umat untuk mewujudkan peradaban dunia yang aman, tenteram dan damai. Amin," harapnya.

Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Said Abdullah sebut MSCI Bukan Lembaga Agama: Pengurusnya Bukan Nabi!

Usai MSCI menilai pasar saham Indonesia berpotensi turun kelas dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Sontak, hal itu membuat Said Abdullah berkomentar

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut