Siapkah Italia Hadapi Piala Dunia 2014?

Pemain timnas Italia merayakan gol saat melawan Nigeria
Pemain timnas Italia merayakan gol saat melawan Nigeria
Sumber :
  • REUTERS/Stefan Wermuth

VIVAbola – Beberapa bulan jelang digelarnya Piala Dunia 2014, tim-tim peserta melakukan persiapan dengan melakoni pertandingan-pertandingan uji coba. Termasuk Italia, yang menjalani pertandingan demi pertandingan dalam rangka menemukan bentuk permainan terbaik.

Namun, dalam pelaksanaannya, Italia justru meraih hasil-hasil tak memuaskan. Dua laga persahabatan yang mereka lakoni, melawan Jerman dan Nigeria, harus berakhir imbang. Jika ditotal dengan dua pertandingan terakhir kualifikasi Grup B Piala Dunia 2014, Azzurri sudah empat kali berturut-turut meraih hasil imbang.

Pertama, ketika mereka diimbangi Denmark 2-2. Telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2014 setelah menumbangkan Republik Ceko, pelatih Azzurri, Cesare Prandelli, coba melakukan beberapa perubahan di susunan tim. Meskipun ia tetap memasang beberapa pemain inti seperti Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, dan Riccardo Montolivo.

Italia bahkan harus menunggu hingga menit 91 untuk bisa mengakhiri laga dengan hasil imbang, karena sebelumnya gawang Buffon dibobol dua kali oleh Nicklas Bendtner. Adalah Alberto Aquilani yang menjadi penyelamat Italia kala itu, lewat gol penyeimbang yang dilesakkannya, menerima umpan Pablo Osvaldo.

Italia juga gagal menutup kualifikasi Piala Dunia 2014 2014 dengan manis, lantaran harus puas berbagi angka dengan Armenia. Bertanding di San Paolo, Napoli, Azzurri lagi-lagi harus tertinggal 1-2 terlebih dahulu. Beruntung, Mario Balotelli, yang memulai laga dari bangku cadangan mencetak gol penyama kedudukan, menyambut umpan Andrea Pirlo.

Kemudian, pada 16 November 2013 lalu, Italia melakoni “partai ulangan” semifinal Euro 2012, melawan Jerman. Tampil dengan sejumlah kekuatan terbaik, Italia justru di bawah kendali Der Panzer, khususnya dalam penguasaan bola. Sempat tertinggal oleh gol Mats Hummels, Italia menyamakan kedudukan lewat bek kanan Ignazio Abate, dan laga pun harus berakhir 1-1.

Dan, pada laga persahabatan melawan Nigeria, 19 November 2013, Italia lagi-lagi gagal menang. Tak hanya itu, caranya pun hampir sama di mana harus tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya menyamakan kedudukan. Kali ini, Emanuele Giaccherini yang menjadi pahlawan setelah gawang Salvatore Sirigu dibobol dua kali oleh Bright Dike dan Shola Amoebi. Laga berakhir 2-2.

Empat hasil imbang yang diraih Italia ini tentu akan menjadi catatan bagi Prandelli, agar bisa mempersiapkan tim sematang mungkin sebelum berkompetisi di Piala Dunia, Juni-Juli 2014. Namun, sejauh ini Prandelli masih optimistis dengan permainan yang ditunjukkan pemain asuhannya.

"Kami menunjukkan permainan yang hebat. Kami menampilkan sepakbola dengan benar, meski hasil akhirnya kurang memuaskan. Saya senang melihat penampilan seperti ini setiap saat," ujar Prandelli, usai timnya ditahan imbang Nigeria.

"Kami punya banyak kepastian, tapi ada beberapa yang harus dipertimbangkan. 2013, tahun yang positif bagi kami. Kami tampil bagus di Piala Konfederasi dan lolos ke Piala Dunia 2014 dengan dua pertandingan tersisa," sambung mantan pelatih Parma, AS Roma, dan Fiorentina tersebut.

Tetap Disegani Tim-tim Lawan

Kendati beberapa pihak mengkhawatirkan hasil-hasil tak memuaskan tersebut, nyatanya Italia masih dipandang sebagai tim yang mampu berbicara banyak di setiap turnamen. Apalagi, Italia juga memegang status sebagai negara kedua terbanyak yang mengoleksi Piala Dunia, empat trofi (1934, 1938, 1982, 2006).

"Tidak ada lawan yang lebih baik dari Italia pada laga persahabatan bulan November. Mereka adalah serigala berbulu domba karena Anda tidak bisa memprediksi tim ini. Tak ada tim yang bisa mengubah permainan seperti mereka. Mereka adalah ilusionis," ujar pelatih Jerman, Joachim Loew, usai timnya diimbangi Italia.

Di luar kegagalan total pada Piala Dunia 2010, di mana mereka terpuruk di dasar klasemen akhir fase grup, Italia memang mampu menorehkan hasil-hasil yang tak bisa dibilang mengecewakan pada beberapa turnamen besar, seperti Euro 2012 dan Piala Konfederasi 2013.

Sempat digoyang Scomessopoli, atau skandal pengaturan skor dan judi, di level liga, Italia justru mampu menjawabnya dengan penampilan mengesankan di ajang Euro 2012. Lolos dari fase grup, Italia menumbangkan Inggris lewat adu penalti pada babak perempatfinal.

Berikutnya, yang menjadi korban adalah Jerman --yang sebenarnya tampil memukau di fase grup. Der Panzer dibuat tak berdaya oleh dua gol Mario Balotelli pada babak pertama. Mesut Oezil sempat memperkecil ketertinggalan Jerman pada injury time babak kedua, namun akhirnya Italia tetap berhak menuju partai puncak dengan kemenangan 2-1.

Pada partai final, Italia berhadapan dengan Spanyol, yang memang lebih diunggulkan, karena berstatus juara bertahan dan juga juara dunia 2010. Tim asuhan Prandelli dibuat tak berdaya oleh gol-gol yang bersarang di gawang Buffon, di mana laga itu usai dengan kedudukan 4-0 untuk Spanyol. Namun, penampilan Azzurri sepanjang turnamen tetap menuai pujian.

Satu tahun berselang, Italia kembali bertarung melawan tim-tim terbaik dunia di ajang Piala Konfederasi. Melaju ke semifinal, Italia harus kembali harus berhadapan dengan tim yang mengalahkannya di final Euro 2012, La Roja. Mampu mengimbangi permainan Spanyol, Italia akhirnya takluk lewat adu penalti, setelah Leonardo Bonucci yang menjadi penendang ketujuh, gagal.

Kendati demikian, Italia masih memiliki kesempatan untuk menempati peringkat tiga. Berhadapan dengan Uruguay, yang pada semifinal ditaklukkan tuan rumah Brasil, Italia akhirnya memastikan diri meraih posisi ketiga, setelah menang lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Apa yang dicapai Italia dalam beberapa tahun terakhir menjadi suatu kewaspadaan sendiri bagi negara-negara lain. Bahkan, pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari, mengatakan bahwa Azzurri merupakan salah satu kekuatan yang menjadi ancaman bagi timnya pada Piala Dunia 2014 nanti.

"Saya pikir Italia akan menjadi salah satu dari enam tim, yang berpeluang untuk memenangi Piala Dunia 2014. Italia bisa membuat perubahan karena mereka memiliki pemain-pemain yang bagus. Dan mereka adalah Italia, tim yang selalu tampil bagus di turnamen internasional," puji Scolari. (one)

Baca juga:

Ini Kata Ronaldo Usai Cetak Hattrick dan Singkirkan Swedia

Hattrick Ronaldo Loloskan Portugal ke Piala Dunia 2014

Demi "Hercules", Kekasih CR7 Vakum Jadi Model Pakaian Dalam

Ronaldo Hattrick, Pelatih Portugal Tak Bisa Berkata-kata   

Cetak Hattrick, Kehebatan Ronaldo Kini Diakui Blatter

6 Catatan Rekor Ronaldo Usai Singkirkan Swedia

Ronaldo: Rekor Ada untuk Dipecahkan

Hattrick Ronaldo Bukan Jawaban Atas "Serangan" Ibrahimovic

Ibrahimovic Tepuk Tangan Saat Ronaldo Cetak Hattrick

Swedia Tersingkir, Ibra Enggan Tonton Piala Dunia 2014

Gasak Ukraina, Prancis Segel Tempat di Brasil 2014

Deschamps: Prancis Lolos, Sepakbola Memang Magis

Pelatih Irak: Permainan Indonesia Mengejutkan

Jacksen Jelaskan Alasan Batal Latih Klub China

Alfred Riedl Diwajibkan Bawa Timnas Juara Piala AFF 2014

Pose Seksi Kekasih Boateng di Sampul Majalah Dewasa Portugal