Tarian Duo Madrid yang Rusak Impian Dua Arsitek

Para pemain Real Madrid.
Sumber :
  • Reuters / Paul Hanna

Dan Pellegrini, gagal mempersembahkan gelar di pentas Eropa selama memimpin ManCity.

img_title Diturunkan Lawan AEK Athens, Vinicius Junior Bikin Pendukung Real Madrid Lelah: Dia Seperti Sel Kanker di Klub Kita

"Sangat memalukan karena kami gagal memberikan penghargaan kepada diri sendiri serta pelatih yang sudah tiga musim berada di sini. Sangat sedih karena tersingkir, tapi kami tetap bisa selebrasi di akhir musim," sesal kapten Bayern, Philipp Lahm.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Guardiola sama sekali tak menunjukkan penyesalannya. Dia menilai pencapaian Bayern musim ini di Liga Champions telah memberikan gambaran mengenai masa depan klub.

img_title Dirk Kuyt Bongkar Resep Fenerbahce Permalukan Liverpool di Istanbul, Ungkit Final Liga Champions 2005

Mantan pelatih Barca tersebut menuturkan, Bayern memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan di Liga Champions pada musim-musim berikutnya. Dia berharap, kesuksesan tersebut muncul di era Carlo Anceloti.

"Saya berharap Ancelotti bisa memberi langkah final pada tim, yang mana tak bisa saya lakukan dalam tiga tahun terakhir. Saya senang sudah datang ke sini," kata Guardiola seperti dikutip Marca.

img_title Kata-kata Mirwan Suwarso usai Como Bantai Lens 9-1 di Liga Champions, Puji Kinerja Cesc Fabregas

"Saya sudah berusaha sebaik mungkin. Saya memberikan hidup saya sejak menit pertama sampai terakhir. Terserah kata orang," lanjutnya.

Berbeda dengan Guardiola, Pellegrini justru masih meratapi hasil yang diraih ManCity. Kemenangan yang diraih Madrid atas ManCity, diklaim Pellegrini, sangat kental dengan aroma keberuntungan.

"Tak ada dari kedua tim yang bisa dinilai lebih baik. Mereka beruntung dengan gol yang dicetak. Sedangkan kami sial, karena bola berbelok ke arah samping atas dari gawang kami," kecam Pellegrini seperti dilansir Sky Sports.

Tapi, pada dasarnya, baik Guardiola dan Pellegrini harus menerima kenyataan. Ya, fakta bahwa mereka tak bisa memberikan gelar Liga Champions di akhir masa bakti masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guardiola harus menyaksikan dua klub yang pernah jadi rivalnya berlaga di final. Sedangkan, Pellegrini harus merelakan mantan klubnya, Madrid, tampil di partai puncak Liga Champions.

Mungkin bukan sekarang bagi Guardiola dan Pellegrini untuk memimpin klub masing-masing tampil di final Liga Champions. Masih ada kesempatan berikutnya. Buena suerte, Guardiola y Pellegrini!

Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal

Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Portugal, Intip 5 Momen Ikonik Karier Cristiano Ronaldo

Berikut deretan momen ikonik karier Cristiano Ronaldo dari pembuktian di Sporting CP, era kejayaan Real Madrid, hingga bawa Portugal juara Euro 2016.

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut