Menanti Regenerasi Pasukan Garuda

Para pemain Timnas Indonesia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Selanjutnya

img_title Tuntutan Utama Alfred Riedl kepada Calon Pemain Timnas

Siap Lanjutkan Tongkat Estafet

Kepercayaan yang diberikan Riedl, membuat beberapa pemain muda semakin percaya diri untuk bersaing dalam perebutan tempat di skuat Timnas. Terbukti, beberapa di antara mereka merasa yakin bisa bersaing demi memperebutkan tiket berlaga di Piala AFF.

Gelandang Barito Putera, Adam Alis Setyano, salah satunya. Ini adalah panggilan pertama Adam ke skuat Timnas senior.

Tentunya, Adam merasa sangat senang. Bisa dipanggil ke seleksi Timnas senior, merupakan impian Adam sejak kecil.

Adam memang pernah bermain untuk Timnas, tapi levelnya hanya U-23. Itu dilakukannya saat SEA Games 2015, Singapura, yang lalu.

"Sangat senang karena ini panggilan pertama saya ke Timnas senior," jelas Adam.

Dia pun bertekad untuk menampilkan yang terbaik selama proses seleksi agar bisa dibawa Riedl ke Piala AFF nanti. "Posisi saya belum aman, masih seleksi. Saya siap kerja keras dan menampilkan permainan terbaik di depan pelatih," ujar Adam.

Tak cuma Adam, David juga merasa peluangnya mengambil satu tempat di skuat Timnas cukup terbuka. David juga tak gentar kala harus bersaing dengan dua nama besar demi memperebutkan pos di sektor sayap, Zulham Zamrun dan Andik.

"Kalau bicara target, inginnya bisa masuk (Timnas). Tapi, ya berusaha semaksimal mungkin saja. Masalah masuk atau tidak sudah ada yang mengatur," kata David.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya

img_title Tim Pelatih Beberkan Kriteria Ideal Kiper Timnas


Regenerasi atau Prestasi?

Piala AFF 2016 bisa menjadi titik balik dari sepakbola Indonesia usai melalui masa yang kelam. Tentunya, prestasi yang membanggakan akan menjadi obat sepadan bagi sepakbola Indonesia.

Namun, tak elok rasanya jika kita menuntut prestasi dari Timnas di Piala AFF nanti. Bayangkan, persiapan Timnas untuk menghadapi Piala AFF saja sangat mepet.

Cuma ada waktu efektif selama tiga bulan, demi menggelar seleksi dan pemusatan latihan. Waktu seleksi serta pemusatan latihan juga terbilang sangat singkat. Di Agustus 2016 saja, skuat Timnas hanya memiliki waktu selama empat hari (dalam dua periode) untuk menggelar seleksi dan pemusatan latihan.

Belum lagi, adanya pembatasan penggunaan pemain yang diterapkan oleh klub. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu telah disepakati bahwa klub hanya bersedia melepas dua pemainnya ke Timnas selama masa seleksi dan pemusatan latihan.

Alasannya, tak lain adalah karena mereka ingin fokus menggunakan jasa pemain-pemain tersebut di ajang Torabika Soccer Championship (TSC).

Dengan demikian, Riedl pun dipaksa memutar otak lebih keras. Dia harus lebih jeli dalam memilih pemain selama masa seleksi dan pemusatan latihan.

"Pelatih mau lihat pemain langsung di latihan untuk lebih dalam. Dia ingin melihat kualitas individu pemain. Bisa dibilang, (Agustus 2016) termasuk seleksi. Dan, Insya Allah, dari 47 pemain yang ikut, kami kerucutkan menjadi 26 pemain," terang Pikal.

Peluang Indonesia mencatatkan prestasi di Piala AFF semakin berat. Sebab, posisi Indonesia di Piala AFF 2016 tak seperti sebelumnya.

Kini, Indonesia menjadi tim non-unggulan. Bukan karena materi pemain yang jelek. Indonesia dikategorikan sebagai non-unggulan lantaran dinamika sepakbolanya yang sangat memprihatinkan.

Mendapatkan sanksi dari FIFA, ranking Indonesia terus menurun. Alhasil, Indonesia masuk ke pot empat (tempat non-unggulan).

Kondisi tersebut membuat Indonesia berpeluang bertemu dengan tim-tim kuat seperti Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.

Jadi, sebenarnya bukan soal prestasi, melainkan proses regenerasi di skuat Timnas. Mungkin, inilah fokus Indonesia di tengah situasi yang serba sulit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut