2 Makanan Dihindari Obesitas Hingga Distribusi Remdesivir

Ilustrasi obat Remdesivir
Sumber :
  • Twitter

VIVA – Penderita obesitas merupakan kelompok yang rentan terinfeksi virus corona atau COVID-19. Tidak heran, jika artikel terkait obesitas, menarik banyak pembaca, termasuk soal makanan yang harus dihindari penderitanya agar berat badan dapat terkontrol.

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Berita seputar perkembangan COVID-19 juga masih menarik perhatian. Khususnya soal distribusi obat COVID-19 remdesivir yang mulai didistribusikan hari ini. Penasaran dengan berita menarik lainnya? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut kami rangkumkan 5 Berita Terpopuler di kanal Lifestyle VIVA.co.id, edisi Kamis 1 Oktober 2020.

img_title Biar Hasilnya Bertahan Lama, Ini Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet

1. Kontrol Berat Badan, Penderita Obesitas Wajib Hindari 2 Makanan Ini

Obesitas

img_title Diet di Usia 50 Tahun Tak Boleh Sembarangan, Ini 10 Cara Aman Turunkan Berat Badan

Penyakit obesitas tidak bisa dianggap sepele. Kondisi yang membuat berat badan seseorang menjadi berlebih ini, membuat penderitanya lebih rentan terinfeksi virus corona atau COVID-19. 

Parahnya lagi, jika sudah terkena COVID-19, penderita obesitas berisiko mengalami komplikasi penyakit, karena berhubungan dengan penyakit komorbid lainnya, seperti diabetes, hipertensi, hingga aterosklerlosis.

Baca selengkapnya di sini.

2. Didistribusikan Hari Ini, Obat COVID-19 Remdesivir Dibanderol Rp3 Juta

Ilustrasi obat Remdesivir

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan izin edar untuk obat anti COVID-19 yakni Remdesivir. Obat yang diimpor dari India tersebut siap didistribusikan per hari ini, Kamis 1 Oktober 2020. Ada pun obat remdesivir tersebut diberi nama Covifor dan dibanderol seharga Rp3 juta.

"Covifor siap dipasarkan mulai hari ini ke seluruh provinsi di Indonesia. Untuk harganya adalah 3 juta rupiah per dosis," ujar President Director Kalbe, Vidjongtius, dalam dalam Press Conference Peluncuran Obat Antivirus Covivor (Remdesivir) secara virtual.

Baca selengkapnya di sini. 

3. Gaya Doggy Baru, Lecut Gairah Saat Klimaks

Ilustrasi hubungan seks

Apakah Anda penggemar gaya seks doggy? Gaya bercinta doggy kerap memberikan sesuatu yang beda dan bahkan melecut sisi nakal Anda untuk dinikmati bersama pasangan di malam hari.

Mungkin gaya doggy akan terasa seru tetapi akan memicu kebosanan jika dilakukan setiap saat, bukan? Tentunya Anda dan pasangan memerlukan suatu kejutan di malam hari untuk kian memuaskan sisi liar di ranjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca selengkapnya di sini. 

4. Reaksi Member Running Man Dibuatkan Kimbab Indomie Goreng dan Rendang

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut