Sering Terjadi pada Pria tapi Jarang Dibahas, Apa Sebenarnya Blue Balls?

ilustrasi pria terkejut
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Hai para pria pernahkah kalian dengar istilah blue balls? Jika belum pernah dengar mungkin ini saatnya kamu cari tau sebab ini ada kaitannya dengan kehidupan ranjangmu dan organ intimmu.

img_title 6 Fakta Unik tentang Organ Intim Pria yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Paling Mengejutkan

Blue balls adalah istilah yang sudah lama dipakai pria untuk menggambarkan rasa tidak nyaman akibat hasrat yang tertahan. Kalau kamu pernah terangsang cukup lama tapi tidak sampai klimaks, mungkin kamu tahu sendiri rasanya bisa tidak enak. Jadi, ini bukan cuma perasaan atau sugesti. Blue balls itu nyata, dan dalam dunia medis dikenal dengan nama epididymal hypertension.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman Mens Health, Senin 12 Januari 2026, ahli urologi, dr. James Elist menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena penumpukan darah di testis dan area sekitarnya saat seseorang terangsang, tetapi tidak mengalami ejakulasi. Darah yang seharusnya kembali mengalir malah tertahan, sehingga menimbulkan rasa penuh, nyeri, atau tidak nyaman.

img_title Benarkah Ukuran Organ Intim Pria Bisa Berkurang Seiring Bertambahnya Usia? Ini Faktanya!

Fakta menariknya, kondisi serupa juga bisa dialami orang yang memiliki vagina. Saat aliran darah meningkat ke area vulva dan klitoris tanpa diakhiri orgasme, bisa muncul kondisi yang sering disebut blue vulva, dengan gejala mirip seperti pegal, nyeri, dan sensasi tidak nyaman.

Apa sebenarnya penyebab blue balls?

img_title Hal yang Perlu Diketahui Terkait Masalah Kesehatan Organ Intim

Saat terangsang, pembuluh darah yang menuju penis melebar agar aliran darah meningkat dan ereksi terjadi. Jika orgasme tidak terjadi, darah tersebut bisa ‘tertahan’ lebih lama dan menimbulkan tekanan yang terasa sakit.

Ada juga teori yang menyebutkan bahwa ereksi yang terlalu lama bisa membuat sebagian oksigen dalam darah terserap jaringan genital, sehingga darah tampak agak kebiruan. Namun menurut dr. Richard K. Lee, hal ini jarang terjadi secara alami dan biasanya berhubungan dengan kondisi tertentu, seperti penggunaan obat disfungsi ereksi atau alat pembatas aliran darah. Jadi, pada kebanyakan kasus, testis tidak benar-benar berubah warna hanya terasa tidak nyaman saja.

Apakah blue balls berbahaya?

Jawabannya tidak berbahaya. Blue balls memang umum terjadi, tapi tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang. Rasa nyeri biasanya hanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu hilang dengan sendirinya.

Anggapan bahwa blue balls itu berbahaya atau sangat menyakitkan sering kali dibesar-besarkan. Bahkan, menurut seksolog Gigi Engle, mitos ini kerap digunakan untuk menekan pasangan agar mau berhubungan seks, padahal secara medis tidak demikian.

Kapan perlu ke dokter?

Kalau rasa tidak nyaman muncul setelah terangsang tapi tidak orgasme, umumnya tidak perlu khawatir. Namun, segera periksa ke dokter jika:

  • Nyeri terasa sangat hebat atau tidak kunjung hilang
  • Muncul di luar konteks rangsangan seksual
  • Disertai bengkak, kemerahan, atau demam

Gejala tersebut bisa menandakan kondisi lain seperti varikokel (pelebaran pembuluh darah di testis) atau torsio testis (testis terpelintir), yang perlu penanganan medis.

Bagaimana cara meredakannya?

Tidak ada pengobatan khusus untuk blue balls. Cara paling efektif tentu saja ejakulasi, baik bersama pasangan (dengan persetujuan) maupun sendiri.

Kalau itu tidak memungkinkan, beberapa cara yang bisa membantu:

  • Mandi air dingin atau kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
  • Olahraga ringan agar aliran darah berpindah dari area genital
  • Mengalihkan perhatian sampai rasa tidak nyaman mereda
  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen jika perlu

Biasanya, blue balls tidak berlangsung lebih dari satu atau dua jam.

Bisa dicegah?

Blue balls sebenarnya tidak bisa dicegah sepenuhnya, karena tidak mungkin setiap kali terangsang selalu berakhir orgasme. Namun, risikonya bisa dikurangi dengan:

  • Menghindari sesi berhubungan  yang terlalu lama tanpa penyelesaian
  • Tidak terlalu sering berhenti atau ganti posisi sebelum mencapai puncak kenikmatan
  • Menghindari aktivitas seksual jika tahu waktunya tidak cukup

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal yang tak kalah penting, komunikasi dengan pasangan soal kebutuhan dan harapan hubungan juga sangat membantu, agar tidak ada rasa frustrasi di kedua belah pihak.

Singkatnya, blue balls memang tidak nyaman, tapi bukan kondisi berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Ilustrasi organ intim pria.

Ternyata Ada Perbedaan pada Organ Intim Pria yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Organ intim pria ternyata memiliki perbedaan yang sering disalahpahami. Simak penjelasan medis lengkap tentang perubahan ukuran dan faktor yang memengaruhinya.

img_title
VIVA.co.id
18 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut