Dari Medan ke Swiss: Kopi Lokal Indonesia Tampil di Panggung Dunia

Ilustrasi biji kopi
Sumber :
  • Freepik

Davos, VIVA – Aroma kopi Indonesia turut menguar hingga Davos, Swiss. Coffeenatics, UMKM kopi artisan asal Medan, menjadi salah satu representasi cita rasa nusantara yang dihadirkan di Paviliun Indonesia pada gelaran World Economic Forum (WEF) 2026. Kehadirannya bukan sekadar menyuguhkan minuman, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan kopi lokal, komunitas, dan mimpi pelaku usaha kecil Indonesia di panggung global.

img_title BTN Bidik Peningkatan Transaksi Harian di ICX 2026, Potensinya hingga Rp 4 Miliar

Bermula dari kedai kopi yang berdiri pada 2015, Coffeenatics tumbuh menjadi brand kopi artisan yang dikenal akan kualitas biji dan konsistensinya dalam mengangkat kopi Indonesia. Berbasis di Medan dan Jakarta, Coffeenatics menjalin kemitraan dengan petani kopi di berbagai daerah seperti Sumatera dan Bali, sekaligus aktif membangun ekosistem melalui pelatihan dan edukasi kopi bagi komunitas. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Partisipasi Coffeenatics di Davos menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan tentang standar global industri kopi. Executive Director dan Co-Founder Coffeenatics, Harris Hartanto Tan, menyebut kehadiran di forum internasional tersebut memberi perspektif baru bagi pelaku UMKM.

img_title Ngecas Mobil Listrik Kini Secepat Minum Kopi

“Partisipasi di Davos membuka kesempatan bagi kami untuk belajar langsung tentang pasar global, membangun jejaring, dan memahami standar internasional yang relevan dengan industri kopi. Bagi kami, pertumbuhan bukan hanya soal ekspansi, tetapi juga dampak yang diberikan,” ujar Harris dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Januari 2026. 

img_title Momen Prabowo Minta Izin Minum Kopi di Sela Pidato Sidang Tahunan MPR RI: Daerah Penghasil Kopi Pasti Mendukung Saya

Ia menambahkan, perjalanan Coffeenatics juga sarat dengan kisah manusia di baliknya. Beberapa anggota tim yang awalnya tidak memiliki latar belakang kopi kini mampu berprestasi hingga tingkat regional dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan keluarga mereka.

Kehadiran Coffeenatics di WEF Davos 2026 turut mendapat dukungan dari Grab Indonesia, yang secara konsisten memperkenalkan UMKM lokal ke panggung global. Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menilai UMKM memiliki peran penting dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui forum global seperti World Economic Forum, kami ingin menunjukkan bagaimana UMKM Indonesia mampu bersaing dan membawa cerita autentik ke tingkat internasional. Tantangannya bukan hanya soal skala, tetapi bagaimana pertumbuhan itu juga berkualitas dan berdampak bagi para pelaku usahanya,” kata Neneng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Coffeenatics telah mulai menjangkau pasar internasional, termasuk Singapura, dengan dukungan tim yang kini berjumlah lebih dari 80 orang. Di tengah tren kopi artisan yang terus berkembang secara global, Coffeenatics membuktikan bahwa kopi Indonesia bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang nilai, kolaborasi, dan cerita di balik setiap cangkir.

Dari dataran tinggi Sumatera hingga meja pertemuan dunia di Davos, perjalanan Coffeenatics menjadi potret bagaimana UMKM kuliner Indonesia perlahan naik kelas—tetap berakar pada lokalitas, namun berani melangkah ke pasar global.

Ilustrasi matcha latte

Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Sehat untuk Jantung?

Kopi vs matcha, mana yang lebih baik untuk kesehatan jantung? Simak manfaat, kandungan antioksidan, kafein, dan cara konsumsi keduanya. Baca di sini selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut