WFH Ternyata Bisa Bikin Burnout, Kok Bisa?
Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:00 WIB
Sumber :
Ahli menegaskan bahwa solusi bukan menolak fleksibilitas, tetapi mendesainnya secara bijak. “Pertanyaan strategis bukan apakah fleksibilitas ada, tetapi apakah fleksibilitas itu diatur. Fleksibilitas yang berkelanjutan membutuhkan norma yang jelas, jam berhenti yang pasti, evaluasi berbasis hasil, dan manajer yang terlatih menjaga batasan. Tanpa kontrol ini, fleksibilitas berisiko menjadi pemicu burnout terselubung,” kata Dr. Kothari.
Baca Juga
Googlebook vs Chromebook, Mana yang Sebenarnya Cocok untuk Kerja, Belajar, dan Aktivitas Harian?
Googlebook dan Chromebook punya fungsi berbeda. Simak perbandingan fitur, performa, integrasi Android, serta kebutuhan kerja, belajar, dan aktivitas harian memilih.
VIVA.co.id
22 September 2026