Campak Bisa Terjadi pada Dewasa, Kenali Gejalanya
- Alex.Photography dari Freepik
VIVA –Selama ini campak kerap dianggap sebagai penyakit yang menyerang anak-anak. Namun ternyata penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa dan bahkan bisa menimbulkan komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan dengan baik.
Lantas mengapa orang dewasa rentan terhadap penularan campak dan bagaimana cara penularannya dan apa saja gejalanya? Simak penjelasannya berikut ini.
Pertama terkait dengan penularan virus campak, spesialis penyakit dalam Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD-K-P.T.I menjelaskan bahwa penularan campak bisa melalui droplet maupun airborne percukan liur.
“Percikan liur, orang ngomong, batuk, bersin. Tapi juga bisa airborne. Artinya virus ini terbang di udara, bertahan hingga 2 jam di udara dan terhirup oleh orang lain,” kata dia dalam acara PAPDI Forum dan Konferensi Pers dengan tema 'Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi' Kenapa orang dewasa rentan?, di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi secara tidak langsung, misalnya melalui benda yang telah terkontaminasi virus. Tanpa disadari, seseorang dapat menyentuh benda tersebut, kemudian menyentuh hidung atau mulutnya, sehingga virus masuk ke dalam tubuh.
Virus tersebut kemudian masuk melalui saluran pernafasan dan kemudian menyebar ke dalam tubuh sebelum menimbulkan gejala.
Gejala Campak yang Perlu Diperhatikan
Terkait dengan gejala, Adit menyebut pada fase awal gejala yang muncul seringkali tidak spesifik seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah. Kondisi ini dikenal sebagai 3C yakni cough atau batuk, coryza atau pilek dan conjunctivitis atau mata merah yang menjadi awal infeksi campak.
“Kalau masih demam, batuk, pilek itu bisa macam-macam. Kita baru curiga campak ketika muncul ruam khas,” kata dia.
Ia menyebutkan, ruam khas campak berupa bercak kemerahan menonjol atau maculopapular, biasanya muncul beberapa hari setelah gejala awal.
Dijelaskan oleh Adit, saat periode sebelum ruam muncul, pasien sebenarnya sudah dapat menularkan virus ke orang lain meski belum terdiagnosis.
“Di situ ada window dimana pasien sudah sakit dan bisa menularkan, tapi belum terdeteksi sebagai campak,” jelas dia.