Fenomena “Retail Therapy”: Mengapa Belanja Bisa Membantu Memperbaiki Mood?

Ilustrasi belanja online
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Di tengah rutinitas yang padat dan tekanan hidup modern yang semakin tinggi, banyak orang mencari cara sederhana untuk memperbaiki suasana hati. Salah satu kebiasaan yang kini semakin umum dilakukan adalah retail therapy, istilah yang merujuk pada aktivitas berbelanja sebagai cara untuk mendapatkan rasa nyaman, senang, atau melepaskan stres sesaat.

img_title Promo Tanggal Kembar Bikin Kalap? Ini Cara Belanja Hemat agar Gaji Tak Cepat Habis

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas membeli sesuatu yang diinginkan kerap memberi sensasi positif karena memicu rasa puas dan penghargaan terhadap diri sendiri. Tak sedikit orang merasa lebih rileks setelah berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, mencoba produk baru, atau sekadar memasukkan barang favorit ke dalam keranjang belanja digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pengamat perilaku konsumen menilai bahwa pengalaman berbelanja kini telah berubah. Jika dahulu masyarakat berbelanja semata untuk memenuhi kebutuhan, sekarang aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan. Faktor kenyamanan, pelayanan yang ramah, hingga pengalaman interaktif ikut memengaruhi suasana hati konsumen.

img_title Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

Belanja dan Efek Psikologis yang Menenangkan

Secara psikologis, berbelanja dapat memunculkan rasa senang karena otak melepaskan hormon dopamin, yakni zat kimia yang berkaitan dengan perasaan bahagia dan penghargaan. Efek inilah yang membuat seseorang merasa lebih baik setelah membeli barang yang diinginkan, terutama ketika aktivitas tersebut dilakukan sebagai bentuk self-reward.

img_title Kenaikan Belanja Negara dalam APBN 2027 Disepakati Jadi Rp4.106 Triliun

Namun, yang dicari konsumen modern ternyata bukan hanya produk. Banyak orang kini mengutamakan pengalaman menyenangkan selama berbelanja. Mulai dari suasana toko, kemudahan akses digital, hingga program interaktif yang membuat aktivitas belanja terasa lebih personal dan menghibur.

Tren pengalaman belanja yang lebih bermakna ini terlihat dari semakin banyaknya layanan yang menggabungkan konsep offline dan online demi memberikan pengalaman yang praktis dan fleksibel bagi pelanggan. Kehadiran aplikasi digital, layanan loyalitas pelanggan, hingga pengalaman interaktif berbasis permainan menjadi bagian dari perubahan perilaku konsumen saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman Interaktif Jadi Daya Tarik Baru

Selain kemudahan transaksi, konsumen masa kini juga menyukai pengalaman yang terasa lebih engaging. Konsep gamifikasi atau pengalaman interaktif melalui permainan digital mulai banyak digunakan untuk menghadirkan aktivitas belanja yang lebih seru dan tidak monoton.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut