Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak Bisa Picu Ragam Masalah Ini

Ilustrasi anak mengakses media sosial melalui gawai
Sumber :
  • ANTARA/Dedi

VIVA – Penggunaan gawai pada anak kini menjadi hal yang sulit dihindari. Smartphone, tablet, hingga laptop sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bermain, maupun menikmati hiburan. 

img_title Gak Harus Selalu Lucu, Motif Tradisional Juga Perlu Dikenalkan pada Baju Anak

Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan tepat. Namun, di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat membawa dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak sedikit orang tua yang memberikan gawai agar anak lebih tenang saat di rumah atau ketika sedang bepergian. Sayangnya, kebiasaan tersebut bisa membuat durasi screen time meningkat tanpa disadari. 

img_title Anak SD Sudah Berhenti Minum Susu? Dokter Ungkap Dampaknya bagi Perkembangan Otak

Jika berlangsung terus-menerus, berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kesehatan fisik, kemampuan berpikir, hingga kondisi emosional, dapat ikut terpengaruh. Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami dampak penggunaan gawai berlebihan pada anak sekaligus mengetahui cara mengatasinya.

Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dihimpun dari The Guardian, Kamis, 9 Juli 2026.

img_title Pria di Aceh Ditangkap karena Sodomi Bocah 4 Tahun Secara Berulang

Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak

1. Mengganggu kualitas tidur

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah terganggunya pola tidur anak. Paparan cahaya dari layar gawai, terutama pada malam hari, dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.

Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tidur, waktu tidurnya lebih pendek, atau kualitas tidurnya menurun. Kurang tidur juga dapat membuat anak mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah rewel saat beraktivitas.

2. Menurunkan kemampuan konsentrasi

Anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung terbiasa menerima rangsangan visual dan audio secara cepat. Kondisi ini dapat membuat mereka kesulitan mempertahankan fokus saat belajar, membaca buku, atau mengerjakan tugas sekolah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan perhatian lebih lama.

3. Memengaruhi perkembangan bahasa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada balita dan anak usia dini, perkembangan bahasa sangat bergantung pada interaksi langsung dengan orang tua maupun orang di sekitarnya.

Jika waktu anak lebih banyak dihabiskan di depan layar dibandingkan berkomunikasi secara langsung, kesempatan untuk belajar kosakata, melatih kemampuan berbicara, dan memahami ekspresi orang lain menjadi lebih sedikit. Hal ini berpotensi menghambat perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut