Di Balik Target dan KPI, Ada Ancaman Burnout yang Tak Terlihat

Ilustrasi pekerja.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA –Di era saat segalanya diukur dengan matriks, algoritma, dan deretan KPI yang terus naik, para pemimpin bisnis kini dihadapkan pada ancaman mematikan yang tak kasat mata yakni kelelahan batin (burnout) dan krisis makna. Fenomena para eksekutif yang sukses mencapai target korporasi namun justru merasa hampa ini memantik diskusi yang mendalam.

img_title Dunia Kerja Makin Menantang, Kesehatan Mental Karyawan Jadi Isu Penting

Kepala Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria  menyoroti bahwa banyak pengambil keputusan hari ini terjebak menjadi layaknya mesin pencetak angka, sehingga perlahan mengikis energi jiwa dan integritas kemanusiaannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arif, krisis kepemimpinan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan merevisi strategi bisnis atau menaikkan insentif. Solusinya harus ditarik lebih ke dalam jiwa manusianya. Transformasi institusi yang kokoh wajib bermula dari kekuatan dan kejernihan batin seorang pemimpin. Sebelum menuntut capaian kuantitatif dari tim, seorang pemimpin harus lebih dulu membereskan urusan integritas dan panggilan jiwanya. 

img_title Momen Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden karena Layani Permintaan Foto Karyawan

"Pemimpin sejati harus memastikan bahwa setiap pencapaian bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari tanggung jawab dan nilai luhur yang dipegang teguh. Jangan sampai kita mengejar target, tapi kehilangan jiwa," kata Arif Satria. 

Lebih dalam, melalui sebait Surat untuk Pemimpin yang dibacakannya, ia menggugah kesadaran audiens, "Kinerja yang berkelanjutan lahir dari jiwa yang hidup. Target memberi arah, ukuran membantu menjaga disiplin, tetapi jiwa yang dimaknai dengan benar akan menggerakkan hati ribuan manusia di belakang Anda." 

img_title Catat! Perusahaan Tak Bisa PHK Karyawan dengan Alasan Efisiensi

Keprihatinan senada disuarakan oleh Inspirator, Jamil Azzaini. Jamil menegaskan bahwa kerangka kepemimpinan spiritual bukanlah pelarian dari realitas bisnis, melainkan justru menjadi peta jalan batin untuk menghidupkan kembali resonansi makna di dalam tubuh organisasi. 

“Target dan angka sangat penting memberi arah dan disiplin organisasi. Namun, kinerja yang berdaya tahan hanya lahir dari jiwa yang hidup. Spiritual Leadership hadir bukan menggantikan strategi bisnis, tetapi menjadi fondasi batin yang kokoh agar strategi dijalankan oleh manusia yang utuh, tangguh, dan bermakna,” ungkap Jamil. 

Gagasan ini bukan sekadar utopia teoritis. Di level praktik korporasi raksasa, Salman Subakat selaku Co-Founder ParagonCorp membuktikan bahwa ambisi perusahaan bisa bersanding harmonis dengan nilai kemanusiaan. Ia mengungkapkan, rahasia ketangguhan konglomerasi kosmetik nasional ini bertumpu pada best practice kepemimpinan yang melayani. Ia menanamkan prinsip Spread Altruistic Love kepedulian tulus yang mengikis tekanan toksik, dan justru melahirkan budaya kerja suportif untuk tumbuh bersama manusianya. 

Sementara itu, dari kacamata pelayanan publik yang penuh krisis dan tekanan, Ira Puspadewi, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (2017–2024), menitikberatkan pada seni menjaga ketenangan batin. Di tengah badai krisis, ia memegang teguh prinsip Surrender with Action,  mengerahkan ikhtiar profesional terbaik sembari menyandarkan hasil akhir pada Sang Maha Kuasa. Ketenangan spiritual inilah yang menjadi kompas utamanya saat harus mengambil keputusan-keputusan radikal berskala nasional. 

Melengkapi fondasi tersebut, Grand Master Grounded Business Coach, Coach Fahmi, menyoroti kebiasaan buruk pemimpin yang gemar melakukan pengawasan mikro (micromanagement). Solusinya, menurut Coach Fahmi, adalah membangun rasa memiliki (ownership). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika kita mampu menyalakan panggilan jiwa (Amplify Soul Calling) anggota tim, mereka akan bekerja dengan inisiatif dan tanggung jawab penuh. Tim akan bergerak mandiri tanpa harus dibayangi pengawasan yang justru melelahkan pemimpinnya," urainya. 

Seluruh kegelisahan dan solusi kepemimpinan ini tumpah ruah dan dibedah secara mendalam dalam perhelatan akbar Indonesia Leadership Scale Up (IDLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kubik Leadership. Diikuti oleh lebih dari 600 CEO, business owner, dan manajer lintas industri, acara yang dipandu secara tajam oleh Direktur Kubik Leadership, Atok R. Aryanto, ini sukses digelar di Ballroom The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Minggu 9 Agustus lalu. 

Kecelakaan Bus vs Truk di Jalan Tol Ngawi

Detik-detik Kecelakaan Mengerikan Bus Pariwisata Bawa Karyawan Pabrik di Tol Ngawi, Polisi Beberkan Kondisi Terkini

Baru-baru ini beredar kabar di media social terkait detik-detik kecelakaan mengerikan bus pariwisata yang membawa rombongan karyawan pabrik di Tol Ngawi. Sontak

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut