Banyak Pria Mengalaminya Setelah Usia 40, Tapi Sering Tidak Menyadarinya
- Freepik
Prosedur medis minim invasif yang dilakukan dengan bantuan ultrasound, laser, atau teknik lainnya juga dapat menjadi pilihan. Untuk kasus yang lebih serius, operasi untuk mengangkat sebagian jaringan prostat mungkin diperlukan.
3. Muncul benjolan atau pertumbuhan aneh di kulit
Selain kerutan dan bintik-bintik akibat penuaan, pada usia 50-an Anda mungkin mulai melihat pertumbuhan kulit yang tampak seperti daging kecil di kelopak mata, ketiak, leher, atau bagian tubuh lain yang sering mengalami gesekan kulit. Pertumbuhan tersebut disebut skin tag atau daging tumbuh. Menurut National Institutes of Health, hampir dua pertiga orang dewasa akan mengalaminya sebelum berusia 60 tahun.
Secara medis disebut acrochordons, skin tag lebih sering ditemukan pada orang yang mengalami obesitas, diabetes, sindrom metabolik, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Jenis pertumbuhan kulit lainnya juga dapat muncul setelah usia 50 tahun, termasuk bercak cokelat bersisik yang dikenal sebagai seborrheic keratoses serta benjolan merah yang disebut cherry angiomas.
Cara mengatasinya: Sebagian besar benjolan yang muncul akibat proses penuaan tidak berbahaya. Namun, profesor dermatologi di Baylor College of Medicine, John Wolf, M.D. menyarankan agar perubahan kulit diperiksa oleh dokter kulit untuk memastikan bahwa benjolan tersebut bukan tanda kanker kulit.
Jika skin tag atau pertumbuhan kulit lainnya mengganggu atau Anda tidak menyukai tampilannya, dokter kulit dapat menghilangkannya menggunakan laser, nitrogen cair, atau metode lainnya. Namun, prosedur tersebut biasanya dianggap sebagai tindakan kosmetik sehingga tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.
4. Anda mungkin mulai sering berkata, 'Hah?'
Usia 50 tahun mungkin terasa terlalu muda untuk mengalami gangguan pendengaran. Namun, peneliti dari Johns Hopkins University menemukan bahwa sekitar sepertiga pria berusia di atas 40 tahun mengalami gangguan pendengaran, dan masalah tersebut cenderung memburuk seiring bertambahnya usia.
Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh paparan suara keras selama bertahun-tahun, serta perubahan yang berkaitan dengan usia pada telinga bagian tengah dan jalur saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Beberapa penyakit dan obat-obatan tertentu juga diketahui dapat merusak kemampuan pendengaran.