Mengapa Pria yang Jarang Punya Teman Bisa Lebih Kesepian daripada Wanita?

Ilustrasi pria
Sumber :
  • Pexels @GlassesShopGS

Jakarta, VIVA – Pria dan wanita yang tidak memiliki banyak teman ternyata cenderung memiliki cara berbeda dalam menghadapi kesepian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita umumnya lebih terbiasa membangun hubungan dekat secara personal, sedangkan pria cenderung mengandalkan jaringan pertemanan yang lebih luas. Perbedaan pola hubungan ini dapat memengaruhi bagaimana mereka merasakan dan mengatasi kesepian.

img_title Heboh! Wanita Tangan Terikat Ditemukan Tewas di Bandarlampung

Kesepian merupakan pengalaman emosional yang bisa dialami siapa saja, terlepas dari usia, jenis kelamin, atau status hubungan. Meski begitu, cara seseorang menghadapi perasaan tersebut tidak selalu sama. Ada yang memilih mencari teman untuk berbagi cerita, sementara yang lain justru menarik diri dan enggan mengakui bahwa dirinya sedang merasa kesepian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian menunjukkan bahwa wanita dari berbagai kelompok usia dan tahap kehidupan cenderung melaporkan tingkat kesepian lebih tinggi dibandingkan pria. Namun, ada pengecualian menarik pada kelompok lajang. Pria yang belum menikah justru dilaporkan lebih rentan mengalami kesepian dibandingkan wanita lajang.

img_title Buya Yahya Ungkap 2 Ciri Wanita Terbaik Menurut Rasulullah SAW

1. Pria Lajang Cenderung Lebih Kesepian daripada Wanita Lajang

Pria lajang dilaporkan memiliki tingkat kesepian yang lebih tinggi dibandingkan wanita lajang. Meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan, salah satu penjelasan yang mungkin berkaitan dengan perbedaan cara membangun hubungan sosial.

img_title 2 Sifat Wanita yang Disebut Buya Yahya Bisa Menjerumuskan ke Neraka, Apa Saja?

Wanita cenderung lebih aktif memelihara hubungan pertemanan dekat di luar hubungan romantis. Karena itu, ketika tidak memiliki pasangan, mereka mungkin masih mempunyai teman untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan emosional.

Sebaliknya, sebagian pria mungkin lebih mengandalkan pasangan sebagai tempat berbagi perasaan. Ketika hubungan romantis berakhir atau mereka belum memiliki pasangan, dukungan emosional yang tersedia bisa menjadi lebih terbatas.

Namun, wanita juga tidak sepenuhnya terbebas dari kesepian. Karena cenderung memberikan perhatian besar pada hubungan personal, mereka dapat merasa sangat kehilangan ketika hubungan dekat menjadi renggang atau tidak lagi memuaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian Shelley Borys dari University of Waterloo juga menemukan kemungkinan bahwa wanita bukan selalu lebih kesepian, melainkan lebih terbuka dalam mengakui perasaan tersebut.

Borys menjelaskan, “perempuan lebih cenderung mengakui kesepian mereka dibandingkan laki-laki karena konsekuensi negatif dari mengakui kesepian lebih kecil bagi perempuan..”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut