DPR Bantah Perlindungan Data Pribadi Jadi Alat Pencitraan

Meutya Hafid.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Meutya Hafid mengakui jika salah satu pemicu dibahasnya kembali Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi karena laporan bocornya NIK dan KK ke publik beberapa waktu lalu.

img_title Imbas Tarif Trump, FKBI Desak Pemerintah Perketat Perlindungan Data Pribadi Warga RI

"Jujur saja saya katakan bahwa DPR kerjanya akan lebih mudah kalau ada public awareness cukup tinggi menuntut hal ini," ujar Meutya, dalam Diskusi Publik Menanti UU Perlindungan Data Pribadi, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuturkan, jika ada tuntutan masyarakat akan suatu hal bisa dijadikan untuk mempercepat suatu proses di DPR. Menurutnya, kebutuhan atas perlindungan data pribadi bisa dipercepat pembuatan undang-undangnya karena muncul isu-isu seperti ini.

img_title Irlandia Denda TikTok Rp9,8 Triliun Usai Kegep Transfer Data ke China

Meutya menyangkal jika RUU ini hanya menjadi alat pencitraan bagi anggota DPR saat ini maka dibuat pembahasannya lagi terus-menerus.

"Prioritas di DPR memang salah satunya tuntutan publik. Ini bukan karena mau pencitraan karena lagi ramai pemilu," klaim dia.

img_title Implementasi UU PDP Jadi Fokus Utama IPSS 2024

Ia juga mengakui pembahasan soal perlindungan data pribadi bersama pemerintah sudah dari awal periode DPR saat ini sudah dibicarakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian memang sudah menjadi prioritas sejak lama, dan kejadian baru-baru ini menjadi pemicu tambahan untuk mempercepat lagi. Ia berharap bahwa secepatnya pemerintah bisa memasukkan RUU ini ke DPR supaya cepat pula bisa dibahas.

"Kalau mau sekarang. Makanya, kita kejar cepat. Mungkin sampai bulan Mei kita masih bisa bekerja. Kalau pun tidak dilanjutkan, ya, setelah pemilu. Karena setelah pemilu selesai kita masih punya waktu sampai bulan Oktober 2019," jelasnya.

Oknum Karyawan KAI Services Akses Data dan Chat Penumpang Perempuan Tanpa Izin

Nasib Oknum Karyawan KAI Services yang Akses Data dan Chat Penumpang Perempuan Tanpa Izin

Kasus oknum karyawan KAI Services yang diduga mengakses data pribadi penumpang wanita tanpa izin viral di media sosial. Begini penjelasan dan sanksi yang disiapkan KAI.

img_title
VIVA.co.id
10 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut