Data Pengguna Dijual, Warganet Ramai 'Hapus' Facebook

Facebook.
Sumber :
  • BBC Indonesia

VIVA – Menyusul maraknya berita penyalahgunaan data pengguna Facebook, warganet mulai merasa kesal. Mereka pun ikut gerakan menghapus Facebook yang diinisiasi pendiri WhatsApp.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Dilansir melalui NewsMax, hashtag #deleteFacebook, atau hapus Facebook berkumandang di Twitter. Bahkan, total ada 40 ribu akun yang menuliskan status dengan hashtag tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

img_title Hari Ini! Akun FB dan Instagram Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mulai Dihapus

Sebelumnya, Facebook disinyalir telah menjual data penggunanya kepada pihak ketiga. Awalnya, akses Facebook developer dibagikan ke perusahaan lain, yang ternyata adalah tim kampanye pemenangan pemilu Donald Trump. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengaku bahwa raksasa jejaring sosial itu telah "membuat kesalahan" yang menyebabkan data jutaan pengguna Facebook dieksploitasi oleh sebuah perusahaan jasa konsultasi politik.

Perusahaan itu, Cambridge Analytica dituduh menyalahgunakan data pengguna Facebook untuk kepentingan para klien politik mereka. Sayang, meski mengakui, tidak ada permintaan maaf dari Zuckerberg kepada pengguna, investor, atau staf tentang bagaimana oleh kebijakan data mereka saat itu memungkinkan terjadinya insiden ini. (asp)

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut