AMSI Dorong Polri Usut Facebook

Media Sosial Facebook.
Sumber :
  • REUTERS/Dado Ruvic

VIVA – Niat Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang akan meminta bantuan Kepolisian Republik Indonesia, untuk menyelidiki potensi pelanggaran keamanan data pribadi oleh Facebook mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Asosiasi yang menaungi media online ternama di Indonesia itu mengatakan jika kasus ini cukup sensitif, mengingat tahun ini merupakan masa politik hangat di Indonesia. Tahun ini semua warga bersiap memilih kepala daerah, mulai dari anggota parlemen dan presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Asosiasi Media Siber Indonesia mendukung rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meminta Kepolisian Republik Indonesia menyelidiki potensi pelanggaran keamanan data pribadi oleh perusahaan media sosial asal Amerika Serikat, Facebook," ujar Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, dalam keterangannya, Jumat, 6 April 2018.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Menkominfo Rudiantara dan Public Policy Lead Facebook Indonesia, Ruben Hattari.

Lebih lanjut dia memaparkan beberapa imbauan kepada pemerintah untuk menjamin keamanan data pribadi warga dan memastikan tidak ada penyalahgunaan data itu untuk kepentingan politik dalam pemilihan umum. Sedangkan kepada DPR, AMSI meminta agar pembahasan Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi dipercepat. Bahkan kepada Facebook, diimbau untuk memperbaiki mekanisme perlindungan data bagi para penggunanya, serta mengidentifikasi dan menghapus konten hoaks, hate speech, konten SARA, yang beredar di platformnya.

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

“Kepada Kepolisian Republik Indonesia, diimbau untuk menyelidiki benar tidaknya data sejuta penguna Facebook Indonesia yang bocor, sebagaimana ramai diberitakan media massa,” ujar Wens.

Rencana melibatkan Polri dalam kasus Facebook disampaikan Menteri Rudiantara menyusul penjelasan Facebook mengenai kemungkinan bocornya data 1 juta pengguna Facebook asal Indonesia dalam skandal yang melibatkan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica. Di seluruh dunia, diperkirakan tak kurang dari 87 juta data pengguna Facebook juga bocor. 

Acara Facebook Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asal muasal kebocoran masif data Facebook ini diungkap oleh Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada koran Inggris, The Guardian, Maret 2018 lalu. Menggunakan aplikasi survei kepribadian yang dikembangkan Global Science Research (GSR) milik peneliti Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan, data pribadi puluhan juta pengguna Facebook berhasil dikumpulkan dengan kedok riset akademis. 

Data itulah yang secara ilegal dijual pada Cambridge Analytica dan kemudian digunakan untuk mendesain iklan politik yang mampu mempengaruhi emosi pemilih. Konsultan politik ini bahkan menyebarkan isu, kabar palsu dan hoaks untuk mempengaruhi pilihan politik warga. Induk perusahaan Cambridge Analytica yakni Strategic Communication Laboratories Group (SCL) sudah malang-melintang mempengaruhi pemilihan di 40 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut