Mark Zuckerberg Merengek Minta Maaf

Founder and CEO Facebook Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Business Insider

VIVA – Pendiri dan Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg menyatakan penyesalannya karena mengizinkan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil data dari para pengguna Facebook tanpa izin mereka.

img_title India Beri Waktu 3 Hari Mark Zuckerberg Minta Maaf

Ia juga mengaku "terlalu lambat" untuk bertindak serta menanggapi dugaan campur tangan Rusia selama Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan resmi ini diterbitkan oleh Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, sesaat sebelum Rapat Dengar Pendapat di Capitol Hill, Washington DC, AS, Senin, 9 April waktu setempat atau Selasa hari ini, 10 April WIB.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Sorot Facebook - Masyarakat pengguna media sosial

“Sudah jelas sekarang bahwa kami tidak melakukan cukup untuk mencegah alat-alat ini (aplikasi pihak ketiga) digunakan untuk yang membahayakan. Ini juga berlaku untuk berita palsu (hoax), campur tangan asing dalam pemilu, dan pidato kebencian, serta pengembang dan privasi data," kata dia, seperti dikutip situs Washington Post.

img_title Kekayaan Mark Zuckerberg Melonjak Rp124 Triliun dalam 24 Jam, Kok Bisa?

Zuckerberg melanjutkan bahwa Facebook tidak mengambil pandangan yang cukup luas mengenai tanggung jawab. Ia pun mengakui kalau ini kesalahan besar dan meminta maaf atas skandal bobolnya 87 juta data pengguna.

"Saya yang memulai Facebook, saya yang menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini. Saya juga berjanji untuk lebih protektif dalam melindungi data pengguna," katanya, menegaskan.

Janji yang dimaksud Zuckerberg adalah melindungi Facebook dari eksploitasi dalam menjaga Pemilihan Kongres AS yang akan digelar tahun ini.

Sorot Facebook - Kehidupan di Inggris

Menurut Reuters, apabila Zuckerberg tidak memberikan jawaban memuaskan, maka Kongres lebih cenderung mendorong undang-undang baru untuk secara ketat mengatur Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengantisipasi langkah semacam itu, perusahaan telah mengatakan bahwa undang-undang baru yang akan membuat jejaring sosial mengungkapkan siapa yang berada di belakang iklan politik, seperti yang harus dilakukan TV dan stasiun radio.

Peraturan yang lebih ketat tentang bagaimana Facebook menggunakan data anggotanya dapat mempengaruhi kemampuannya untuk menarik pendapatan iklan - sumber utama kehidupannya.

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut