Badan Siber Siap Hadang Kampanye Hitam

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Djoko Setiadi
Sumber :
  • VIVA/Misrohatun Hasanah

VIVA – Jelang pemilihan presiden dan legislatif, sejumlah hoax dan kampanye hitam masih bertebaran di media sosial. Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mengaku meliterasi digital, untuk mendorong masyarakat agar lebih peka dan selektif terhadap berbagai kampanye di media sosial. 

img_title PBB Tegaskan AI Bisa Jadi Ancaman Bagi Umat Manusia

"Kami mengimbau kepada semua pihak untuk turut menciptakan suasana yang kondusif menjelang Pilpres dan Pileg. Kampanye hitam akan berkurang jika masyarakat sudah mampu untuk menghindarinya," ujar Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan kepada VIVA, Senin 24 September 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengakui lembaganya sudah menerima serangan terhadap sistem informasi, mulai dari percobaan penetrasi sampai dengan serangan sekelas distributed denial of service (DDoS). Beruntung mereka dibantu oleh semua unsur dan berusaha untuk menanganinya secepat mungkin.

img_title Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla, Menko Polkam Perintahkan Moratorium Aturan Pembakaran Lahan

BSSN juga berharap kondisi yang baik akan terus berjalan hingga berakhirnya pesta demokrasi. 

"Kampanye yang mengedepankan nilai positif dan membangun, adalah kampanye yang baik," ujar Anton. 

img_title Perkaya Industri Perfilman Nasional, Pemerintah Gelar Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026

BSSN mengaku sangat siap menghadapi Pemilu tahun ini. Anton mengatakan, kesiapan mengamankan pesat demokrasi merupakan salah satu tugas yang harus diemban BSSN. Namun ia berharap institusi lain yang terkait juga harus tetap berkolaborasi dan bersinergi. 

"Kami melakukan kegiatan deteksi terhadap berbagai ancaman dan kerawanan terhadap sistem informasi yang digunakan dalam proses pemilu. Bersama dengan institusi terkait, kami menerapkan proteksi dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi terhadap insiden keamanan siber," jawabnya.

Galang kekuatan siber 

Berkaitan dengan makin munculnya banyak serangan siber, BSSN pertama kalinya menggelar 'cybersecurity multi-stakeholder meet up', untuk menggalang sinergisme dan kolaborasi pemangku kepentingan keamanan siber nasional. 

Ke depannya kegiatan ini akan diadakan secara rutin, sebagai wadah silaturahmi antara BSSN dengan pemegang keamanan siber nasional. Kepala BSSN, Djoko Setiadi menyatakan, kegiatan ini dinilai sangat penting karena sejumlah ancaman dan tantangan sudah di depan mata. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Isu mulai berdatangan. Kita harus menjaga pesta demokrasi agar tercipta kenyamanan dan ketentraman. Saya merasa hangat karena forum ini kita bisa kumpul bersama. Jadi saya merasa sangat aman," ujarnya.

Ancaman siber dapat menyerang keamanan informasi dan transaksi elektronik, baik dalam skala nasional, regional maupun global. Untuk menghalau hal tersebut, BSSN perlu mengantisipasinya dan bekerja sama dengan sejumlah sektor. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut