Aplikator Terus Buka Lowongan dan Perang Tarif, Pendapatan Ojol Jeblok

Para mitra pengemudi (driver) ojek online saat unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA Foto/Muhammad Adimaja

VIVA – Pada September hingga November 2018 telah dilakukan survei oleh Institut Studi Transportasi (Instran) mengenai kesejahteraan mitra pengemudi atau driver online di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.

img_title Garuda Indonesia Catat Pendapatan Tumbuh 16 Persen Semester I-2026, Kinerja Menguat

Survei ini melibatkan 600 responden, di mana masing-masing 300 berasal dari moda motor dan moda mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Tim Peneliti Instran, Darmaningtyas mengatakan, hasil penelitian menyebutkan bahwa pengemudi ASK (angkutan sewa khusus) dengan persentase 72,3 persen mengalami penurunan pendapatan dibanding awal mereka memulai karirnya itu.

img_title Uni-Charm Indonesia Bukukan Laba Tahun Berjalan Rp 158,62 Miliar di Semester I-2026

Sedangkan, responden ojek online (ojol) memiliki persentase sebesar 68,7 persen. Ia juga menyebut sebesar 32 persen ASK menyatakan bahwa penurunan pendapatan bisa mencapai 50 persen.

Lalu, 36,8 persen menyatakan penyebabnya adalah aplikator, Gojek maupun Grab, yang terus menerima pendaftaran pengemudi, serta rendahnya tarif per kilometer.

img_title Perkuat Finansial dan Peluang Penghasilan Tambahan untuk Mitra Driver, Lalamove Gelar Driver Academy

Kategori selanjutnya dari penyebab turunnya pendapatan adalah nilai bonus yang turun, potongan pendapatan yang naik, adanya pengemudi curang, target dinaikkan, dan perang tarif sesama aplikator.

Darmaningtyas menuturkan berdasarkan survei sebagian besar ojol dan ASK menyebut, tarif saat ini belum bisa disebut memenuhi kriteria. Oleh sebab itu, mereka menantang aplikator dengan menggelar sejumlah aksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tarif ekonomis menurut ASK adalah Rp5 ribu per km, sedangkan ojol banyak yang menjawab Rp3 ribu per km," katanya.

Survei ini menyimpulkan bahwa aplikator seharusnya membuat skema tarif yang tidak merugikan pengemudi. Lalu, untuk bonus juga jangan diubah sewaktu-waktu hanya untuk kepentingan aplikator saja.

Detik-detik sebelum mobil listrik hantam pengemudi ojek online

Ojol Korban Tabrakan Mobil Listrik di Kawasan Blok M Alami Patah Tulang, Grab Beri Pendampingan

Pengemudi ojol berinsial HS harus dilarikan ke RSUP Fatmawati akibat patah tulang usai 'dihantam' oleh mobil listrik di Jalan Panglima Polim Jakarta Selatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut