Berebut Pasar Pembayaran Digital di Indonesia

ilustrasi transaksi digital.
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

VIVA – Transaksi pembayaran dengan menggunakan uang elektronik atau dompet digital di Indonesia kian meningkat. Masyarakat semakin diuntungkan karena memiliki keleluasaan untuk memilih brand sesuai kebutuhan mereka dalam melakukan transaksi nontunai.

img_title Hadir di FEKDI 2026, GoPay Dorong Inovasi dan Talenta Masa Depan Keuangan Digital Indonesia

Untuk mengetahui tren penggunaan uang elektronik dalam aplikasi pembayaran digital, Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, melakukan penelitian perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Riset tersebut dilakukan dengan metode survei online melalui aplikasi Snapcart di kota-kota besar Indonesia yang dilakukan pada Mei 2019.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Hasil penelitian ini menemukan tiga jenis transaksi yang paling sering digunakan dengan menggunakan uang elektronik dalam dompet digital adalah transaksi ritel (28 persen), pemesanan transportasi online (27 persen), dan pemesanan makanan online (20 persen).

Platform pembayaran OVO.

img_title Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

Lalu, sisanya untuk transaksi e-commerce (15 persen) dan pembayaran tagihan (7 persen). Country Sales and Operation Snapcart Indonesia, Menurut Eko Wicaksono, konsumen menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih praktis, cepat, aman dan yang pasti, tidak ribet menunggu uang kembalian.

“Data ini juga menunjukkan bahwa uang elektronik untuk transaksi harian seperti transportasi, pengiriman makanan cepat saji, dan belanja makin populer di kalangan konsumen Indonesia,” kata Eko, lewat keterangannya, Senin, 15 Juli 2019.

Hasil riset juga mengungkapkan bahwa 58 persen responden menggunakan brand Ovo sebagai aplikasi pembayaran digital favorit. Disusul kemudian Gopay (23 persen), Dana (6 persen), dan LinkAja (1 persen).

Menurut Eko, sebanyak 12 persen responden menyebutkan brand lain seperti Flazz, Brizzi, dan Mandiri e-money yang merupakan uang elektronik dari institusi keuangan. Untuk segmen transaksi ritel, Ovo (63 persen) dan Gopay (28 persen) hadir sebagai brand yang dominan, disusul Dana (7 persen) dan LinkAja (1 persen).

uang digital gopay

Saat ini Ovo mengklaim diterima di 500 ribu merchant, Gopay sebanyak 300 ribu merchant, LinkAja mencapai 130 ribu merchant, serta Dana diterima di lebih dari 13 ribu merchant.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam segmen transaksi pemesanan transportasi online dan pengiriman makanan online, Eko menunjukkan posisi Ovo sebagai dompet digital bagi layanan Grab (untuk transportasi online) dan GrabFood (untuk pengiriman makanan online) sebesar 71 persen.

Sementara, 29 persen responden memilih menggunakan Gopay untuk transaksi di Gojek dan GoFood. Eko mengklaim jika Ovo juga paling sering digunakan dalam segmen pembayaran transaksi e-commerce, yaitu sebesar 70 persen. Gopay kembali menempel di belakang dengan 18 persen, serta yang memakai Dana 11 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut