Beda Orang Cerdas dengan Jenius

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Banyak orang mempersepsikan sifat jenius lebih dari cerdas. Tapi bisa jadi sulit untuk membedakan kejeniusan sejati di antara beberapa orang cerdas. 

img_title Jangan Cuma Kejar Nilai Anak, 3 Hal Ini Ternyata Penting untuk Perkembangan Kognitif

Artikel ini mencoba untuk menemukan perbedaan antara kecerdasan dan kejeniusan untuk dapat dipahami secara sederhana bagi banyak orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari laman different between, beberapa bagian otak atau aktivitas bertanggung jawab untuk membuat seseorang cerdas. Namun, bahkan para ilmuwan tidak tahu apa yang membuat seseorang lebih pintar daripada orang lain. 

img_title Ilmuwan Indonesia Kembangkan Tempe Generasi Baru

Satu-satunya alat yang tersedia untuk menaksir kecerdasan seseorang adalah skor IQ-nya, dan itu juga tidak bisa mengatakan apakah seseorang itu jenius sejati meskipun orang-orang dengan skor IQ lebih dari 125 umumnya dianggap sangat cerdas.

Meski begitu, skor IQ sangat tinggi juga bukan berarti jenius. Benar bahwa orang cerdas ini sangat pandai beradaptasi dengan beragam keadaan dan situasi, tetapi belum tentu jenius. 

img_title Feel Good Network Umumkan Integrasi dengan Lengua sebagai Social-First Creative Agency

Jenius berkaitan dengan bakat lain yang dikenal sebagai kreativitas. Seorang yang jenius memiliki pikiran kreatif yang jauh lebih imajinatif dan konstruktif daripada hanya orang yang cerdas.

Sebuah penelitian menyebut otak Albert Einstein tidak berbeda dengan orang kebanyakan. Bahkan lebih kecil dari otak rata-rata. Namun, lobus parietal di otaknya jauh lebih besar daripada yang ditemukan pada umumnya orang, dan ada celah yang ditemukan pada otak orang normal. 

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa tidak adanya celah di otak Einstein memungkinkan area otak yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain dengan cepat, tanpa gangguan.

Dunia telah beralih pandangan bahwa tes IQ tidak mengukur keseluruhan kecerdasan seseorang tetapi hanya sebagian saja. Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa kecerdasan terdiri dari kemampuan analitis, tetapi itu hanya bagian dari kecerdasan. 

Ada aspek kecerdasan lainnya seperti kreativitas dan kemampuan praktis yang membuat seseorang menjadi sangat cerdas. Namun, ketika kreativitas ini secara signifikan lebih tinggi daripada rata-rata orang, seseorang memenuhi syarat untuk menjadi jenius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sederhananya untuk memahami antara cerdas dan jenius:

- Semua orang cerdas bukanlah jenius, tetapi semua jenius sangat cerdas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut