Shutdown Internet di Papua, Pemerintah Kok Merugikan Publik?

Jalan Trans Papua
Sumber :
  • Twitter/@Jokowi

VIVA – Shutdown internet yang dilakukan di Papua sejak beberapa hari lalu dikecam keras oleh para praktisi dari Internet Development Institute atau biasa dikenal sebagai ID Institute.

img_title TNI Kontak Tembak dengan KKB di Nduga, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Menurut para praktisi tersebut, shutdown ini melanggar hak dasar publik dalam mengakses informasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika shutdown dilakukan untuk meredam hoaks, justru tidak tepat. Ketika seseorang sudah terpapar hoaks, justru orang tersebut harus melakukan konfirmasi dengan mencari info dari sumber lain. Nah sekarang sarana mencari informasinya dimatikan, di-shutdown, lalu bagaimana orang tersebut bisa mendapatkan informasi yang benar?” Jelas Svaradiva, Ketua ID Institute, dikutip dari keterangan pers, Kamis, 22 Agustus 2019.

img_title Bahlil Ungkap 5 IUP Memiliki Cadangan Rp5.400 Triliun: Ada di NTB, Juga Papua

Menurut ID Institute, pemerintah harus membuat parameter yang jelas dan terukur jika melakukan hal yang membatasi akses informasi berikut.

“Harus ada parameter yang jelas, tertulis, objektif, transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kalau mau throttling ataupun shutdown. Ini negara demokratis, kok,” tambah Salahuddien, Ketua Dewan Pengawas ID Institute yang juga mantan CTO PANDI dan mantan Wakil Ketua IDSIRTII.

img_title Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas Ilegal di Nabire Papua, 3.500 Hektare Kembali ke Negara

“Kalau mau menindak hoaks secara cepat, ya temukan penyebarnya. Bukan publik yang jadi korban dengan membatasi akses informasi,” jelas Irwin Day, anggota Pembina ID Institute yang juga Sekjen FTII.

Ketua Dewan Pembina ID Institute Sigit Widodo pun menyatakan penyebaran hoaks di Papua tidak semasif waktu pemilu. “Tidak sebanding, lah. Memang dipertanyakan ini parameternya apa kok sampai shutdown?”

Ilustrasi pasukan TPNPB OPM.

Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota OPM Tewas! TNI Sita Uang Rp88 Juta

Kontak tembak antara personel Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, berujung maut.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut