Masa Depan Pengadaan Barang dan Jasa Ada di IoT dan AI

E-commerce AXIQoe ikut katalog elektronik LKPP
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA – Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa dirinya mendorong Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar turut merangkul lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan menjadikan produk-produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai prioritas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Intinya, presiden ingin LKPP agar memudahkan prosedur UMKM untuk masuk katalog elektronik, tanpa harus mengurangi kualitas.

img_title Indonesia Siap Kirim 4.021 Tenaga Kerja Alumni Lembaga Kursus ke 11 Negara

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto juga pernah mengatakan bahwa LKPP telah memetakan empat tantangan dalam mentransformasikan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah kedepannya, yakni kebijakan dan strategi pengadaan yang inklusif dalam rangka pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan, efektivitas proses dan pembenahan pasar pengadaan, pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, dan sistem penyelesaian permasalahan pengadaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses perjalanan modernisasi pengadaan yang setiap tahun terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi digital ini, pun menuntut stakeholder di dalam ekosistem dapat memulai pengawasan secara digitally determined mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga proses penyelesaian dan laporan pekerjaan. Karenanya seiring dengan rencana strategis pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024, tahun ini adalah momentum yang tepat bagi stakeholder untuk menjawab tantangan dalam disrupsi digital pengadaan. Melalui tiga pilar pengadaan masa depan yakni Internet of Crowd Collaboration (People), Internet of Trust, dan Internet of Things & Artificial Intelligence (AI) akan membawa ekosistem pengadaan menuju Cognitive Procurement (pengadaan berbasis kognitif) yang sesuai dengan peta strategis pengadaan di 2020-2024.

img_title Strategi LKPP Cegah Korupsi di Sektor Pengadaan Lewat Penguatan Integritas

Dengan rencana strategis pengadaan tahun depan, nantinya diharapkan dengan dukungan teknologi digital seperti AI maka setiap penyedia akan tahu barang yang dijual, berapa harganya, delivery time, dimana pabriknya, dan instansi pemerintah apa yang membutuhkan. Ini tentunya dapat meningkatkan element trust dan value for money, karena kebutuhan pengadaan barang dan jasa pun dapat dilakukan melalui konsolidasi pengadaan antar instansi.

PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) melalui layanan e-commerce Business to Business (B2B) dan Business to Government (B2G) terdepan di Indonesia, AXIQoe.com, hari ini hadir di Indonesia International Mega Procurement Exhibition & Conference (I-IMPEC) 2nd, event dan eksibisi pengadaan barang dan jasa terbesar di Indonesia, yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pada tanggal 6 - 8 November 2019. Keikutsertaan AXIQoe.com dalam event tahunan ini menegaskan kembali perannya bersama stakeholder untuk memperkuat fondasi integritas ekosistem pengadaan melalui diskusi dan diseminasi informasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Prabowo Usul LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah: Kita Hentikan APBN Dipakai Beli Barang yang Sama
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut