Ilmuwan Kaget, Ada Kadal Susah BAB karena Sembelit

Ilustrasi kadal.
Sumber :
  • www.pixabay.com/PollyDot

VIVA – Ilmuwan kaget karena menemukan kadal sembelit akibat susah buang air besar (BAB). Menurut mereka, kesulitan kadal BAB lantaran 80 persen tubuhnya terdiri dari gumpalan kotoran (feses) yang tidak bisa dibuang. Hewan menggemaskan itu ditemukan di kedai pizza Cocoa Beach, Amerika Serikat (AS).

img_title Ilmuwan Indonesia Masuk Daftar SciRank Global

Kadal betina sepanjang dua inchi ini memiliki kotoran seberat 22 gram dan mengalami pembengkakan sebesar bola golf. Kasus ini melampaui kasus pertama di mana rekor sebelumnya dipegang oleh ular piton Burma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kadal itu tersiksa akibat memakan serangga yang tertutup pasir berminyak, dan kemudian membeku di dalam tubuhnya sehingga harus disuntik mati karena tidak bisa lagi menerima nutrisi.

img_title Ilmuwan Teliti Variasi DNA untuk Mengungkap Hubungan Genetik dengan Perilaku Makan

"Ketika kami menangkapnya kami berasumsi bahwa kadal itu siap bertelur. Tapi ketika kita ingin mengamati telurnya, seperti penuh dengan Silly Putty (mainan karet sintesis)," kata ilmuwan Natalie Claunch, seperti dilansir dari situs Daily Mail, Senin, 11 Mei 2020.

Kemudian, ia dan ilmuwan lainnya melakukan CT scan dan menemukan gumpalan kotoran bersarang di perutnya yang membesar. Selain makan serangga di luar kedai pizza, kadal tersebut mengkonsumsi partikel pasir yang direndam minyak.

img_title Degradasi Plastik Polikarbonat Jadi Perhatian Ilmuwan

Natalie mengira bahwa benjolan itu tidak didapat sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit. Semakin lama kadal itu mengalami sembelit membuat berat tinja semakin bertambah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Betapa sedikit ruang yang tersisa untuk organ lainnya. Jika Anda melihat model 3D maka hanya ada ruang kecil di sekitar tulang rusuknya untuk jantung, paru-paru, dan hati," tutur dia.

Ketika Natalie dan timnya menemukan kadal tersebut mereka berpendapat jika hewan itu kelaparan karena tidak dapat mencerna nutrisi pada makanan, lalu membiarkannya mati secara manusiawi.

Ilustrasi Tempe

Ilmuwan Indonesia Kembangkan Tempe Generasi Baru

Tim peneliti Universitas Indonesia mengembangkan ragi tempe generasi baru yang dirancang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan selama proses fermentasi.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut