Kejahatan Siber Ini Bakal Marak di 2021

Hacker
Sumber :
  • BusinessBlogs Hub

VIVA – Transformasi digital di wilayah Asia Tenggara, yang terjadi akibat pandemi virus corona, diperkirakan akan tetap berlangsung tahun ini, namun, rawan kejahatan siber.

img_title Hacker Mengintai Setiap Saat, Ini Cara Lindungi dan Laporkan Serangan Siber Sebelum Terlambat

Perusahaan yang bergerak di keamanan siber, Kaspersky, melihat pengguna internet di Asia Tenggara berjumlah hampir 70 persen dari populasi, atau sekitar 400 juta orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, karena keterampilan digital yang tidak merata, faktor manusia menjadi celah yang dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan siber di wilayah ini. Sepanjang tahun 2020, Kaspersky menekankan serangan terbanyak berupa cryptomining, phishing, ransomware dan DDos.

img_title Lembaga-lembaga Penting di Asia Tenggara jadi Target Kelompok Hacker yang Berbasis di Tiongkok?

Sementara peretas, mereka memanfaatkan COVID-19 untuk melancarkan serangan termasuk untuk sektor kesehatan.

"Kami tidak melihat ada yang berubah dalam waktu dekat. Orang-orang di wilayah Asia Tenggara akan tetap bersosialisasi dan selalu mencari cara untuk menjadi produktif dengan menggunakan teknologi. Dalam dunia bisnis, kami melihat bahwa pekerjaan jarak jauh akan dilakukan di sebagian besar sektor bahkan setelah pandemi mereda sekalipun," ujar General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam keterangan pers, dikutip Rabu.

img_title AS: Peretasan Telekomunikasi oleh Tiongkok Kini Menjadi yang Terburuk dan Menakutkan yang Pernah Ada

“Sekarang adalah waktu untuk merefleksikan pelajaran tahun 2020 dan kami menyarankan perusahaan untuk mulai membuat strategi keamanan jika sebelumnya tidak tersedia, atau merevisi yang sudah ada agar secara efektif dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan sebagai upaya melindungi tenaga kerja,” kata dia menambahkan.

Kasperksy melihat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari segi keamanan siber, antara lain digitalisasi, sektor kesehatan dan penggelaran 5G di sejumlah negara.

Popularitas bekerja dari rumah, atau work from home, meningkat sejak pandemi. Secara otomatis karyawan membutuhkan jaringan yang aman untuk terhubung ke jaringan kantor mereka, misalnya dengan menggunakan VPN.

Ketergantungan pada VPN, menurut Kaspersky, membuka potensi vektor serangan, misalnya menggunakan rekayasa sosial, social engineering, untuk mendapatkan akses ke VPN perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sektor kesehatan, Kaspersky melihat adanya peningkatan serangan terhadap fasilitas medis di berbagai negara, terutama untuk pengembangan vaksin. Di Asia Tenggara, perusahaan tersebut juga melihat tren penggunaan aplikasi telemedis naik.

Tren ini juga dibayangi ancaman siber mengingat semakin banyak data pasien yang berada di dunia maya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut